WartaKota/
Home »

Video

VIDEO: Begini Sidang Kasus Investasi Bodong KSP Pandawa yang Berakhir Ricuh

Karena ricuh dan berpotensi terjadi keributan, Majelis Hakim PN Kota Depok akhirnya menunda sidang kasus investasi bodong KSP Pandawa Mandiri Group.

VIDEO: Begini Sidang Kasus Investasi Bodong KSP Pandawa yang Berakhir Ricuh
warta kota/Budi Sam Law Malau
Unjuk Rasa Lagi -- Ratusan nasabah Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group kembali menggeruduk Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Depok, Senin (13/11/2017) bersamaan dengan digelarnya .nya, Kamis (2/11/2017) mereka melakukan hal serupa saat berlangsungnya sidang lanjutan kasus investasi bodong dengan terdakwa utama bos KSP Pandawa Salman Nuryanto alias Dumeri. Mereka antara lain mendesak agar lembaga peradilan menghukum Nuryanto dan terdakwa lainnya dituntut dan dihukum seberat-beratnya. 

WARTA KOTA, DEPOK - Karena ricuh dan berpotensi terjadi keributan yang semakin menjadi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok akhirnya menunda sidang kasus investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group dengan terdakwa bos KSP Pandawas Salman Nuryanto alias Dumeris bersama koleganya, Senin (13/11/2017).

Sedianya sidang digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Majelis Hakim yang diketuai Yulinda Trimurti Asih Nuryati sebagai hakim ketua dan Tri Joko serta Sri Rejeki Marsinta sebagai hakim anggota, menunda sidang sampai Senin (20/11/2017) mendatang.

Kericuhan sidang berawal dari membeludaknya pengunjung sidang di ruang utama PN Depok, baik dari kubu nasabah Pandawa yang menuntut Salman Nuryanto Cs dihukum seberat-beratnya serta dari kubu nasabah pendukung Pandawa.

Unjuk rasa ratusan nasabah Pandawa korban investasi bodong di Kejari dan PN Depok, Kamis (2/11).
Unjuk rasa ratusan nasabah Pandawa korban investasi bodong di Kejari dan PN Depok, Kamis (2/11). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Mereka mengular hingga keluar ruangan sidang dan dijaga ketat polisi.

Saat para terdakwa memasuki ruang sidang, umpatan dan makian dari nasabah yang merasa dirugikan terus terdengar.

Sesekali umpatan dibalas oleh kubu pendukung Pandawa.

Saat sidang akan dimulai, kericuhan mulai terjadi karena pengeras suara mati. Sehingga tuntutan yang dibacakan JPU jika dilaksanakan tidak akan terdengar oleh pengunjung yang berada di luar ruangan.

Umpatan dan makian makin menjadi tatkala majelis hakim akan memulai sidang.

Melihat situasi yang tidak kondusif, majelis hakim akhirnya memutuskan sidang ditunda pekan depan.

RATUSAN nasabah korban KSP Pandawa berunjuk rasa di depan Kejari dan PN Kota Depok, Kamis (2/11/2017).
RATUSAN nasabah korban KSP Pandawa berunjuk rasa di depan Kejari dan PN Kota Depok, Kamis (2/11/2017). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help