WartaKota/
Home »

Bisnis

» Makro

Tekan Angka Kematian Dengan Teknologi Kesehatan

Fujifilm menghadirkan produk dalam sistem kesehatan Synapse Picture Archiving and Communication System dan FDR D-Evo II.

Tekan Angka Kematian Dengan Teknologi Kesehatan
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Mendukung meningkatnya taraf hidup masyarakat Indonesia khususnya dibidang kesehatan, Fujifilm melalui lini bisnis Medical, menghadirkan produk dalam sistem kesehatan yakni Synapse Picture Archiving and Communication System (PACS) dan FDR D-Evo II 

Laporan Wartawan Warta Kota, Vini Rizki Amelia

WARTA KOTA, PALMERAH - Mendukung meningkatnya taraf hidup masyarakat Indonesia khususnya dibidang kesehatan, Fujifilm melalui lini bisnis Medical, menghadirkan produk dalam sistem kesehatan yakni Synapse Picture Archiving and Communication System (PACS) dan FDR D-Evo II.

Synapse PACS merupakan sistem pengarsipan gambar dan juga sistem komunikasi yang memudahkan prasarana kesehatan untuk terhubung antara satu divisi dengan divisi lainnya.

Dengan menggunakan sistem ini, petugas medis akan saling terhubung satu sama lain melalui cloud dan dapat mengakses informasi yang sama dalam waktu yang bersamaan dari tempat yang berbeda.

“Hal ini tentu saja memberikan efisiensi yang luar biasa baik dalam segi cost (biaya), alur kerja dan waktu,” ujar Jatmiko Dwiwantoro selaku National Sales Manager divisi Medical PT FUJIFILM Indonesia saat ditemui dalam pameran Hospital Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).

Baca: Begini Langkah Pemkot Tangerang Terkait Carut Marut Pasar Induk Tanah Tinggi

Jatmiko mengatakan, keunggulan kedua yang belum banyak dimiliki kompetitor sepantaran adalah FDR D-EVO II, yakni sebuah mesin radiografi digital portable yang tahan banting dan ringkas.

Perkembangan teknologi dan pengalaman di bidang fotografi memberikan Fujifilm kemudahan dalam mengembangkan radiografi digital yang dapat menyimpan hasil foto ronsen hingga seratus foto dalam sebuah mesin portable yang ringkas dibawa kemanapun.

“Produk ini memungkinkan pasien dapat diperiksa di tempat dan hasil gambar ronsen dapat dibagi melalui bluetooth lalu dikirim ke petugas medis terkait sehingga analisa serta tindakan dapat dilakukan lebih cepat,” papar Jatmiko.

Hadirnya kedua produk di atas, Fujifilm ingin memberikan dukungan terhadap program pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan diwajibkannya prasarana kesehatan untuk menerima program BPJS kelak.

“Permasalahan terbesar yang di hadapi pemerintah ini sendiri nanti nya adalah minimnya tenaga kesehatan dan juga fasilitas kesehatan yang dimiliki,” papar Jatmiko.

Jatmiko mengatakan, solusi yang ditawarkan oleh Fujifilm memberikan kesempatan bagi tempat pelayanan kesehatan di daerah terpencil untuk mendapatkan akses kesehatan yang sama dengan kota-kota besar.

Baca: Ekosistem Digital untuk Pariwisata Indonesia

“Kami harap dengan solusi fasilitas kesehatan kami, tingkat pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia dapat lebih baik lagi sehingga menekan angka kematian karena keterlambatan tindak lanjut,” tutur Jatmiko.

Sampai dengan saat ini, Jatmiko mengatakan baru RSUD Pasar Minggu saja yang menggunakan teknologi buatan Fujifilm.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help