WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Berita Heboh

Putusan Buni Yani, Hakim Paparkan Hasil Pemeriksaan Saksi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung membacakan vonis kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian pelanggaran lewat media sosial.

Putusan Buni Yani, Hakim Paparkan Hasil Pemeriksaan Saksi
Antara
Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10). Buni Yani, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama dua tahun penjara serta dikenakan denda Rp100 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/foc/17.(ANTARA FOTO/AGUS BEBENG) 

WARTA KOTA, PALMERAH-Sidang Putusan atas kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian pelanggaran lewat media sosial yang diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik atau Teknologi Informasi atau UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A digelar sejak Rabu (14/11/2017) pagi.

Dalam tahapannya, Hakim Anggota Majelis Hakim, Tardi, memaparkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi mulai dari keterangan Basuki Tjahaja Purnama, pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DKI Jakarta hingga teman facebook dan grup whatsapp Buni Yani.

Selain itu, dipaparkan juga soal video Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kunjungan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Baca: Ini Boneka Barbie Berhijab, Kapan Mulai Dijual?

Baca: Buni Yani Sempat Mengaku Telah Memotong Kata Pakai pada Transkrip Pidato Ahok

Terdapat dua versi berbeda dalam pidato yang juga diunggah dalam akun youtube Pemprov DKI Jakarta itu, yakni durasi video dan adanya pemotongan dalam video yang diunggah oleh Buni Yani.

"Video asli berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik, sedangkan video yang diunggah terdakwa (Buni Yani) telah dipotong atau dikurangi menjadi 30 detik. Sehingga adanya pertentangan dari masyarakat terkait keterangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok," papar Tardi dalam Sidang Putusan Buni Yani di Pengadilan Negeri Bandung pada Rabu (14/11/2017).

Postingan video Ahok yang diunggah kembali oleh Buni Yani lewat akun Facebook-nya, Tardi menyebutkan jika terdakwa memotong kata 'pakai' dalam transkrip pidato Ahok. Sehingga memicu perubahan makna dalam kalimat yang disampaikan Ahok.

Kalimat tersebut antara lain, 'Bapak Ibu nggak bisa pilih saya, karena dibohongin pake surat Al Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya.

Jadi kalau bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gapapa. Karena ini kan hak pribadi bapak ibu.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help