WartaKota/

Pengacara Buni Yani Anggap Hakim Gunakan Pasal Misterius

Dia mengatakan, Buni Yani semula dijerat dengan pasal hate speech atau ujaran kebencian.

Pengacara Buni Yani Anggap Hakim Gunakan Pasal Misterius
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Buni Yani saat diperiksa sebagai terdakwa di sidang kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/9/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pengacara Buni Yani, Irfan Iskandar, langsung enyatakan banding begitu majelis hakim menajatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan kepada kliennya.

Vonis 1,6 tahun kepada Buni Yani dijatuhkan majelis hakim PN Bandung dalam sidang di Bandung Selasa (14/11/2017).

"Kami langsung menyatakan banding atas vonis majelis hakim. Kami protes," ujar Irfan dalam wawancara dengan Radio Elsinta.

Menurut Irfan, berdasarkan keterangan para saksi dan juga saksi ahli serta bukti-bukti yang terungkap di persidangan, seharusnya Buni Yani divonis bebas.

Dia mengatakan, Buni Yani semula dijerat dengan pasal hate speech atau ujaran kebencian.

Tetapi dalam  perkembangannya jaksa dan majelis hakim kemudian menjerat Buni Yani dengan pasal memotong atau menambah video.

"Padahal Buni Yani tidak memotong atau menambah, dia hanya mengupload," katanya.

Irfan juga mengatakan bahwa majelis hakim memunculkan pasal misterius dalam persidangan, yaitu Pasal 32 UU ITE.

"Pasal ini tidak pernah muncul dalam pemeriksaan di kepolisian karena semua tuduhannya melakukan hate speech. Tapi di persidangan tiba-tiba muncul pasal misterius,' ujarnya.

Jaksa penuntut umum Andi M Taufik menyatakan pikir-pikir atas vonis majelis hakim.

Tapi karena terdakwa ajukan banding kemungkinan jaksa juga ajukan banding.

"Kalau kita tidak banding, nanti kami tidak bisa ajukan kasasi," ujar Andi.

Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help