WartaKota/

Netizen Kompak Berdoa Usai Buni Yani Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan

Dalam perkembangannya, jaksa dan majelis hakim, kemudian menjerat Buni Yani dengan pasal memotong.

Netizen Kompak Berdoa Usai Buni Yani Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Buni Yani divonis di Bandung. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A atas kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dengan terdakwa Buni Yani telah final, Buni Yani divonis 1,5 tahun penjara.

Keputusan tersebut sangat disayangkan para pendukung Buni Yani, lewat media sosial, mereka berdoa atas keputusan majelis hakim yang dinilai mereka tidak adil.

Seperti akun @condetwarrior yang menyebut hakim sudah tidak lagi takut dosa karena memutus Buni Yani bersalah.

"Ya Allah.. hakimya udah gak takut dosa lagi. Orang gak salah diputus bersalah. Seluruh pemutus vonis dan semua orang yg menghendaki @BuniYani dipenjara bersiaplah untuk menghadapi Mubahalah dan Laknat dari Buni Yani. Semoga Allah mengabulkan doa beliau. Aamiin Ya Rabb," tulisnya sesaat putusan Dijatuhkan, Selasa (14/11/2017).

Selain itu, dirinya juga berharap agar doa Buni Yani yang sebelumnya disampaikan sebelum menjalani persidangan dapat dikabulkan Tuhan.

"Sumpah @BuniYani Jelang Pembacaan Vonis 'Apabila hari ini saya diputus dinyatakan bersalah, orang yg menuduh & orang yg memutuskan perkara ini karena telah menuduh saya memotong video mudah-mudahan orang tersebut kelak akan dilaknat oleh Allah' #SaveBuniYani #VonisBebasBuniYani," tulisnya lagi.

Postingan tersebut diamini puluhan dan diretweet ratusan netizen. Salah satunya akun bernama Mornie Alantie yang mengamini doa dan menyertakan hashtag #RIPHukumIndonesia sebagai tanda ketidakadilan putusan yang dijatuhkan hakim.

"Aminkan ayyuhal MCA. RT. Qotalahumulloh..!!! Ishbir yaa Buni Yani.
#RIPHukumIndonesia," tulisnya kecewa.

Sementara itu, Kentos R Artoko lewat akun @krartoko justru menyinggung vonis bersalah Buni Yani dengan putusan yang diterima Basuki Tjahaja Purnama. Sebab menurutnya, apabila Buni Yani bersalah, seharusnya Ahok-sapaan Basuki Tjahaja Purnama harus bebas.

"Kalau @BuniYani di vonis 1 tahun 6 bulan, tapi tidak ditahan, maka @basuki_btp harus bebas murni, logikanya," tulisnya lewat tautan https://t.co/G662iBtmCA.

Sementara itu, Pengacara Buni Yani, Irfan Iskandar menyatakan atas vonis yang dijatuhkan kepada kliennya tersebut. Sebab menurutnya, berdasarkan keterangan para saksi, saksi ahli serta bukti-bukti yang terungkap di persidangan, seharusnya Buni Yani divonis bebas.

"Kami langsung menyatakan banding atas vonis majelis hakim. Kami protes," ujar Irfan dalam wawancara dg Radio Elsinta.

Tetapi dalam perkembangannya jaksa dan majelis hakim, kemudian menjerat Buni Yani dengan pasal memotong atau menambah video.

"Padahal Buni Yani tidak memotong atau menambah, dia hanya mengupload," jelasnya.

Irfan juga mengatakan bahwa majelis hakim memunculkan pasal misterius dalam persidangan, yaitu Pasal 32 UU ITE.

"Pasal ini tidak pernah muncul dalam pemeriksaan di kepolisian karena semua tuduhannya melakukan hate speech. Tapi di persidangan tiba-tiba muncul pasal misterius," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help