WartaKota/

Google Tutup Video Berkonten Ekstremis dan Radikal Terorisme di YouTube

Google menghapus konten video dari ekstremis atau radikalis terkait terorisme yang diunggah di platform YouTube.

Google Tutup Video Berkonten Ekstremis dan Radikal Terorisme  di YouTube
antaranews.com
Ilustrasi logo YouTube 

WARTA KOTA, PALMERAH --  Google, perusahaan multinasional yang mengkhususkan diri pada jasa dan produk Internet beberapa waktu belakangan menghapus konten video dari ekstremis atau radikalis terkait terorisme yang diunggah di platform YouTube.

Kebijakan baru ini berdampak pada video yang menampilkan orang atau kelompok yang ditandai sebagai teroris oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) atau Inggris Raya, tapi tidak menampilkan adegan berdarah atau ujaran kebencian, yang sudah dilarang oleh YouTube.

Juru bicara YouTube, seperti diberitakan laman Reuters, membenarkan kabar tersebut, namun tidak menjelaskan kapan kebijakan itu akan berlaku efektif.

YouTube sudah melarang "teroris" menggunakan layanan tersebut. Kebijakan ini diharapkan mampu mencegah video diunggah oleh militan lain yang berusaha menyebarkannya, jika memiliki akun.

Pemerintah dan organisasi pegiat hak asasi manusia sudah beberapa tahun belakangan menekan YouTube untuk menutup video ekstremis karena propaganda yang bisa memicu tindakan radikal bagi orang yang menonton dan berkontribusi pada serangan mematikan.

YouTube mengemukakan, diskusi dengan ahli di luar perusahaan memicu mereka membuat kebijakan tersebut. Pada bulan Juni lalu, perusahan tersebut mengumumkan "konten religius atau supremasi yang menghasut", yang tidak melanggar kebijakan mereka, akan diizinkan dan diberi label peringatan serta tidak diberikan kesempatan untuk mengambil pendapatan iklan.

YouTube bergantung pada daftar teroris dari pemerintah untuk menindak konten.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help