WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Dinkes DKI Pinjam Uang ke Bank untuk Talangi Tunggakan Pembayaran BPJS

Tunggakan pembayaran BPJS ke rumah sakit sudah amat mengganggu operasional rumah sakit, baik RSUD maupun RS swasta.

Dinkes DKI Pinjam Uang ke Bank untuk Talangi Tunggakan Pembayaran BPJS
Warta Kota
Ilustrasi uang rupiah 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, GAMBIR -- Tunggakan pembayaran BPJS ke RSUD maupun RS swasta di Jakarta diyakini bakal terus terjadi sepanjang 2018 mendatang.

Pemprov dan DPRD DKI juga sudah memastikan tak dapat memasukkan anggaran untuk menalangi tunggakan BPJS di KUA-PPAS APBD 2018.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kusmedi Priharto, mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak BPJS, tunggakan pembayaran masih akan terjadi di tahun 2018.

"Sebab kalau menurut pihak BPJS, mereka sedang mengalami defisit pendapatan," kata Kusmedi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (14/11/2017).

Di tahun 2017 saja, pembayaran BPJS yang semestinya masuk ke rumah sakit pada kuartal awal 2017, baru bisa dibayarkan pada November 2017 secara bertahap.

Kusmedi mengaku sudah memikirkan cara menangani masalah tersebut bersama jajarannya.

"Kami akan rekomendasikan ke rumah sakit agar meminjam uang ke Bank untuk menalangi dulu pembayaran BPJS," kata Kusmedi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (14/11/2017) pagi.

Nantinya Dinkes DKI dan BPJS yang akan menjamin peminjaman tersebut ke bank.

Tunggakan pembayaran BPJS ke rumah sakit sudah amat mengganggu operasional rumah sakit, baik RSUD maupun RS swasta.

Bahkan sejumlah RS swasta sampai menunggak pembayaran gaji pegawainya karena uangnya habis akibat menanggung BPJS.

Tunggakan BPJS ke rumah sakit juga cenderung besar.

Di RSUD dibawah Dinkes DKI, tunggakan BPJS ada yang mencapai Rp 40 milliar di 1 rumah sakit.(*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help