WartaKota/

KORAN WARTA KOTA

Dari Sini Terlihat Rencana Dokter Helmy Membunuh Istrinya

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Helmy tergolong berat, seperti di-smackdown, ditarik lehernya...

Dari Sini Terlihat Rencana Dokter Helmy Membunuh Istrinya
PrtSc Warta Kota
BILA terbukti Dokter Helmy berencana membunuh istrinya, maka ia terancam hukuman mati. 

 WARTA KOTA, CAWANG -- Di antara kerumunan wartawan yang meliput pra­rekonstruksi pembunuhan dokter Letty Sultri (46) di klinik Azzahra Medical Centre di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Senin (13/11), ada seorang pria berkaus hitam dan berkacamata hitam. Awalnya, ia tampak tenang menunggu tersangka dokter Ryan Helmy keluar dari klinik.

Dokter Helmy adalah pria yang menembak mati istrinya dokter Letty di klinik Azzahra, Kamis (9/11) lalu (Warta Kota, 10/11). Sedangkan pria berkacamata hitam tersebut adalah adik dokter Letty atau adik ipar dokter Helmy. Namanya Noveriska alias Ferry (45).

Ketika polisi menggiring Helmy keluar dari klinik, tiba-tiba Ferry bertindak di luar dugaan. Dengan emosi meluap-luap, ia melayangkan pukulan ke kepala Helmy. "Ini gua, Ferry. Rasain lo, Mi...," kata Ferry sambil menonjok kakak iparnya itu.

"Mati lo Mi ya, b*ng**t lo Mi," teriak Ferry lagi dengan nada kesal. Ia tampak sekali tidak terima kakaknya ditembak sampai mati oleh Helmy.

Beberapa polisi segera berusaha mengamankan Ferry. Awalnya, Ferry dipaksa keluar oleh beberapa polisi yang berjaga. Namun, keluarga dokter Letty lainnya berteriak dan menyebut bahwa pria itu adalah adik Letty.

Polisi tidak jadi mengusirnya, namun mereka menenangkan Ferry agar tindakan tersebut tidak diulangi. "Sabar Pak. Bapak jangan seperti itu, nanti bisa Bapak yang disalahkan. Sudah, biar ini pihak kepolisian yang menangani," kata salah satu polisi.

Dalam prarekonstruksi kemarin, total ada 23 adegan yang diperagakan. Seperti diketahui, saat kejadian Kamis lalu, sekitar pukul 14.00, Helmy mendatangi Letty yang tengah bertugas di klinik Azzahra. Suami-istri itu sempat cekcok sebelum terjadinya penembakan.

Helmy melepaskan tembak­an sampai 6 kali hingga Letty tersungkur. Ia kemudian melarikan diri menumpang ojek online. Helmy akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Polisi menemukan dua pistol rakitan dalam tas yang dibawa Helmy.

Isi peluru di warung

Kabid humas Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa tiga adegan dipindahkan ke Mapolda Metro Jaya. Adegan yang dipindahkan ke Mapolda tersebut yakni saat pelaku memesan ojek online di Bekasi, berteduh di depan Kantor Wali Kota Jakarta Timur, dan mengisi senjata api dengan peluru di warung.... 

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help