WartaKota/

Begini Langkah Pemkot Tangerang Terkait Carut Marut Pasar Induk Tanah Tinggi

Ratusan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang menggelar aksi besar-besaran pada Senin (13/11) menolak keras kebijakan pengelola pasar.

Begini Langkah Pemkot Tangerang Terkait Carut Marut Pasar Induk Tanah Tinggi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sejumlah pedagang Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, saat menggelar aksi besar-besaran pada Senin (13/11/2017). 

Laporan Warta Kota, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - Ratusan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang menggelar aksi besar-besaran pada Senin (13/11/2017).

Mereka menolak keras kebijakan pengelola pasar yang dinilai ugal-ugalan.

Bahkan para pedagang ini berencana melakukan demo hingga tiga hari berturut-turut.

Aksi tersebut digelar di depan halaman Pasar Induk Tanah Tinggi sedari tanggal 13 - 15 November 2017.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pengelola pasar menurut mereka sangat memaksa dan memberatkan.

Pasalnya pihak pengelola mengeluarkan aturan kepada para pedagang untuk membayar kontrak atau sewa lapak baru tahun 2021 sampai 2026.

Padahal masa waktu kontrak masih berjalan empat tahun lagi. Dan ratusan pedagang harus membayarnya tahun ini.

Belum lagi pengelola pasar juga memberlakukan aturan baru. Yakni distrubusi sebesar Rp 100 per kilogram setiap sayur mayur dan buah-buahan yang masuk ke Pasar Induk Tanah Tinggi.

Kabag Humas Pemerintahan Kota Tangerang, Felix Mulyawan menjelaskan pihaknya berusaha untuk memecahkan carut marut yang terjadi.

Halaman
1234
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help