WartaKota/

Akbar Tandjung Takut Setya Novanto Bikin Partai Golkar Kiamat

Dan saat ini berdasarkan informasi, partai berlambang pohon beringin hanya mendapatkan suara sekitar 7 persen.

Akbar Tandjung Takut Setya Novanto Bikin Partai Golkar Kiamat
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah) berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (kanan), Anggota Dewan Kehormatan MS Hidayat serta tokoh Golkar saat "Topping Off" gedung baru Partai Golkar di DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu (12/11/2017). Gedung baru Golkar bernama Gedung Panca Bakti itu untuk menampung seluruh pengurus Partai Golkar, baik organisasi internal DPP maupun organisasi sayap Partai Golkar. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung merasa prihatin dengan kondisi elektabitas partainya yang terus menurun, seiring ditetapkannya Ketua Umum Setya Novanto‎ menjadi tersangka oleh KPK, terkait kasus korupsi e-KTP.

"Saya tentu sangat prihatin, sangat sedih, juga sangat khawatir, adanya kasus yang dialami oleh Saudara Setya Novanto, memperlihatkan opini publik terhadap Golkar itu mengalami tren penurunan," ujar Akbar di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Akbar, tren penurunan elektabilitas Golkar sebenarnya sudah terjadi sejak awal reformasi, dan saat ini berdasarkan informasi, partai berlambang pohon beringin hanya mendapatkan suara sekitar 7 persen.

Baca: Ditanya Soal Kasus Suaminya, Begini Reaksi Istri Setya Novanto

"Kalau tren penurunan itu terus 6 persen, 5 persen, bahkan kemudian bisa di bawah 4 persen. Kalau di bawah 4 persen, boleh dikatakan dalam bahasa saya bisa terjadi kiamat di Partai Golkar. Ini yang saya takutkan," tuturnya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Akbar berharap semua pihak di Partai Golkar segera melakukan perbaikan dan perubahan dari berbagai aspek dalam menjalankan roda organisasi.

"Bahkan kalau memang (perubahan pemimpin) yang kita anggap terbaik, perlu dijalankan, karena pemimpin yang akan menentukan daripada keberhasilan partai, dan pemimpin itu akan mempengaruhi bagaimana opini publik terhadap partai," paparnya. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help