WartaKota/
Home »

Video

VIDEO: Suasana Kejari dan PN Depok Saat Digeruduk Ratusan Nasabah Pandawa

Kali ini ratusan nasabah yang berunjuk rasa mengenakan dresscode, atasan atau baju putih dengan bawahan bebas.

WARTA KOTA, DEPOK -- Ratusan nasabah korban investasi bodong, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksan Negeri (Kejari) Depok dan Pengadilan Negeri (PN) Depok, yang gedungnya berdampingan, di kawasan Kompleks Grand Depok City (GDC), Senin (13/11/2017).

Sebelumnya mereka melakukan hal serupa pada Kamis (2/11/2017) lalu saat sidang dengan tersangka utama Bos KSP Pandawa Slamet Nuryanto alias Dumeri digelar.

Kali ini ratusan nasabah yang berunjuk rasa mengenakan dresscode, atasan atau baju putih dengan bawahan bebas.

Mereka membawa sejumlah spanduk dan berorasi depan gedung Kejari dan PN Depok.

Kordinator aksi, Denny Andrian Kusdayat sekaligus selaku kurator para nasabah korban KSP Pandawa Mandiri Group menuturkan pihaknya meminta Salman Nuryanto dan terdakwa lainnya dituntut dan dihukum seberat-beratnya.

"Kami juga .enagih janji Pak Kajari Depok Jawa Barat terkait tuntutan maksimal thd para terdakwa atay Nuryanto cs dan mengumumkan jumlah aset yang telah disita oleh pihak penyidik di Kepolisian yang dalam hal ini telah berada pada Kejaksaaan Negeri Kota Depok," kata Denny dalam orasinya.

Selain itu kata Denny mereka juga meminta kepada kepala Kejaksaan Negeri Depok, untuk dapat menjelaskan kepada para korban Pandawa tanpa diwakili oleh perwakilan aksi unjuk rasa damai terkait terdakwa Salman Nuryanto cs, yang tidak dikenakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Karena didalam laporan awal penyidik kepolisian, terdapat UU TPPU, namun didalam dakwaan jaksa penuntut kenapa jadi tidak ada," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help