WartaKota/

Tim Cyber Buru Penyebar Video Penggerebekan Pasangan Kekasih yang Menggegerkan Media Sosial

Saat ini, polisi sedang berupaya menghapus konten bermuatan kekerasan dan pornografi itu yang sudah menyebar.

Tim Cyber Buru Penyebar Video Penggerebekan Pasangan Kekasih yang Menggegerkan Media Sosial
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran anggota Polresta Tangerang membentuk tim cyber guna membekuk pelaku pengunggah video penganiayaan akibat dugaan asusila di Cikupa ke media sosial yang menjadi viral di jagat media sosial. 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Jajaran anggota Polresta Tangerang membentuk tim cyber guna membekuk pelaku pengunggah video penganiayaan akibat dugaan asusila di Cikupa ke media sosial yang menjadi viral di jagat media sosial.

Saat ini, polisi sedang berupaya menghapus konten bermuatan kekerasan dan pornografi itu yang sudah menyebar di jejaring dunia maya.

"Pengunggah video kami buru karena melanggar hak privasi orang lain dan juga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, Senin (13/11/17).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya termasuk tim cyber sedang bergerak menghimpun berbagai informasi.

Kapolres pun meminta semua pihak untuk tidak menyebarluaskan video itu agar tidak tersangkut persoalan hukum.

"Kami sudah bentuk tim dan dengan bantuan rekan-rekan, semoga dapat segera terungkap serta dapat segera menghilangkan konten pornografi di media sosial," ucapnya.

Jajaran anggota Polresta Tangerang membentuk tim cyber guna membekuk pelaku pengunggah video penganiayaan akibat dugaan asusila di Cikupa ke media sosial yang menjadi viral di jagat media sosial.
Jajaran anggota Polresta Tangerang membentuk tim cyber guna membekuk pelaku pengunggah video penganiayaan akibat dugaan asusila di Cikupa ke media sosial yang menjadi viral di jagat media sosial. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Sabilul memastikan, akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Terlebih aksi kekerasan itu direkam dan disebarluaskan di media sosial.

Menurutnya, hal ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Orang-orang yang terlibat termasuk orang-orang yang turut merekam akan kami mintai keterangan. Intinya, ini negara hukum, tidak boleh tindakan main hakim sendiri kita biarkan," kata Sabilul.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help