WartaKota/

Ternyata Lari Berlebihan Tidak Disarankan, Ini Alasannya

Olahraga lari kini tak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga sebagai gaya hidup.

Ternyata Lari Berlebihan Tidak Disarankan, Ini Alasannya
Warta Kota/Theo Yonathan SL
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai mengikuti Jakarta Marathon 2017 di kawasan Monas, Sabtu (29/10/2017).(Theo Yonathan Simon Laturiuw) 

WARTA KOTA, PALMERAH - Olahraga lari kini tak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga sebagai gaya hidup. Dalam beberapa acara, Anda bahkan juga bisa menyumbang sambil berlari.

Namun, apakah berlari memiliki peran positif terhadap peningkatan kebugaran tubuh?

Ahli nutrisi dr Samuel Oetoro mengatakan, berlari dapat memberikan dampak buruk bagi kondisi tubuh bila dilakukan secara berlebihan.

Oetoro menuturkan, tubuh memiliki atom dan bersifat reaktif. Atom terdiri dari inti atom dan elektron, sedangkan elektron tersusun dari atom positif dan negatif.

Kehilangan salah satunya, baik negatif atau positif, akan mengubah elektron menjadi radikal bebas.

Elektron yang kehilangan pasangannya ini kemudian akan mengambil bagian atom lain dari sel sehat.

Baca: Sandiaga Uno Ikut Jakarta Marathon, Banyak Warga Tak Sadar

Dalam aktivitas yang berlebihan, peristiwa ini terjadi secara berantai dan berpotensi merusak tubuh.

“Itu terjadi kalau aktivitas berlebihan dan intensitas tinggi seperti olahraga lari. Makanya banyak sekarang atlet sepak bola meninggal di lapangan karena radikal bebasnya tidak ditangkal dengan antioksidan. Padahal, atlet latihannya sudah berlebihan,” kata Oetoro dalam acara “Hidup Sehat dengan Diabetes” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).

Menurut Oetoro, para atlet rentan terhadap serangan jantung karena intensitas latihannya, dan untuk mengatasinya, mereka perlu diberikan suplemen antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help