WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi Dinilai Ugal-ugalan

Dalam orasinya, para pendemo menilai pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi mengelola pasar itu dengan ugal-ugalan.

Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi Dinilai Ugal-ugalan
Ratusan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang menggelar demo menuntut kejelasan nasib mereka. 

WARTA KOTA, TANGERANG-Sekitar 500 pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang menggelar aksi demo besar - besaran pada Senin (13/11/2017). Mereka menyebut kebijakan yang dilakukan oleh pihak pengelola pasar tersebut ugal - ugalan dan menyengsarakan ratusan pedagang.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Kemi (39). Ia bersama rekan - rekannya menggelar demo selama tiga hari sedari tanggal 13-15 November 2017.

Aksi tersebut digelar di depan halaman Pasar Induk Tanah Tinggi. Mereka menyuarakan aspirasinya dan menentang kebijakan yang dikeluarkan pengelola pasar.

"Kami menolak keras kebijakan mereka, ini sudah sangat meresahkan dan menyengsarakan kami," ujar Kemi saat ditemui Warta Kota di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, Senin (13/11/2017).

Ia menjelaskan dalam kebijakan tersebut pengelola pasar membuat kontrak atau sewa baru tahun 2021 - 2026. Padahal kontrak lama masih berjalan hingga 2021 atau empat tahun lagi ke depan.

"Ini soal sewa lapak yang belum waktunya habis, tapi kami disuruh bayar lagi," ucapnya.

Kemi juga menambahkan, pengelola pasar memberlakukan aturan baru yang memberatkan para pedagang. Mereka meminta uang distribusi Rp. 100 per kilogram setiap sayur dan buah yang masuk ke Pasar Induk.

"Jelas-jelas ini sangat merugikan kami. Saya sendiri saja dalam sehari mendistribusikan barang sampai 40 ton. Terus mau diminta Rp. 100 per kilogramnya," kata Kemi yang menyewa lapak di Blok D menjual jengkol dan sayur - sayuran itu.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help