WartaKota/

Agen Travel Optimis Konsumen di Era Digital Masih Sangat Terbuka

Kalau masih ada yang work in service ke travel agent biasanya orang tua. Kalau anak muda sudah maunya lewat online.

Agen Travel Optimis Konsumen di Era Digital Masih Sangat Terbuka
Warta Kota/Gede Moenanto
Ilustrasi. Wisata di Thailand menggunakan biro perjalanan. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Era digital telah mengubah cara wisatawan yang akan melakukan perjalanan. Mulai dari mencari dan melihat informasi (look), memesan paket wisata yang diminati hingga membayar secara online.

Adanya perubahan tersebut membuat travel agent dianggap akan memasuki senjakala.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yayha memperkirakan, travel agent (biro perjalanan) akan tinggal menunggu waktu ditinggalkan masyarakat.

“Kalau masih ada yang work in service ke travel agent biasanya orang tua. Kalau anak muda sudah maunya lewat online,” kata Arief Yahya saat menjadi pembicara di acara Selular Business Forum: Seminar Pariwisata Go Digital Wonderful Indonesia di Hotel Le Meridien, Senin (13/11/2017).

Arief mengatakan, ‘nasib’ travel agent mirip dengan matinya wartel (warung telekomunikasi).

Munculnya telepon selular (ponsel) membuat keberadaan wartel sudah tidak relevan lagi.

Sebanyak 124.000 wartel bertumbangan seiring semakin mewabahnya penggunaan selular.

Nah, ia memperkirakan nasib travel agent juga akan tergilas zaman.

Saat ini, travel agent yang tersisa tinggal 30 persen saja dan Arief menganggap, akan tinggal menunggu waktu untuk tumbang.

Sementara itu, Ketua Umum Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia) Asnawi Bahar tidak sependapat dengan tumbangnya travel agent di era digital.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help