Pria dan Pacarnya Dicokok karena Sembunyikan 705 Gram Sabu di Kemaluannya

Wanita tersebut tiba di Terminal 2 D dan dijemput oleh seorang pria yang merupakan kekasihnya, HM.

Pria dan Pacarnya Dicokok karena Sembunyikan 705 Gram Sabu di Kemaluannya
Daily Mirror
Ilustrasi. Penyelundupan narkotika semakin nekat dengan berbagai modus termasuk berpura-pura hamil dan disembunyikan di dalam kemaluan wanita. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya (PMJ) menangkap seorang wanita PR dan kekasihnya, HM di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Wanita tersebut kedapatan menyimpan sabu sebanyak 705 gram di kemaluannya.

Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ, AKBP M Iqbal Simatupang, mengatakan bahwa pada Jumat (10/11/2017) mendapatkan informasi kedatangan seorang wanita, PR dari negara Malaysia.

"Wanita tersebut tiba di Terminal 2 D dan dijemput oleh seorang pria yang merupakan kekasihnya, HM," kata Iqbal, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Minggu (12/11/2017).

Anggota pun langsung berkoordinasi dengan pihak bea cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian, lanjut Iqbal, petugas membuntuti pasangan tersebut. Saat hendak menuju tempat parkir mobil, polisi langsung menyergapnya.

"Kami mencurigainya, saat itu pelaku perempuan jalan agak terbuka atau mengangkang. Kami langsung membawanya ke ruang bea cukai untuk lakukan penggeledahan. Polwan memeriksa PR. Ternyata terdapat dua bungkus plastik bening berisi 705 gram sabu," kata Iqbal.

Bungkusan tersebut, tambahnya, diselipkan di dalam kemaluannya seperti pembalut wanita.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengecoh petugas yang melakukan pemeriksaan.

"Kami sudah mengetahui jaringannya. Kami akan telusuri dan kembangkan. Sedangkan untuk yang pria, HM, masih kami dalami perannya apa," katanya.

Sering Digunakan

Sementara itu Kepala Patroli dan Operasi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Herianto, mengatakan, bahwa modus yang digunakan merupakan hal yang umum dilakukan.

"Modus ini disebut dengan body strapping. Sudah sering digunakan oleh kelompok jaringan narkotika. Tapi kami juga sering gagalkan," katanya.

Meski demikian, pihaknya mengaku memang tidak ada alat khusus untuk mendeteksi penyelundupan narkoba dengan modus tersebut.

Namun, pihaknya memiliki cara dan teknik sendiri untuk mencium modus itu.

"Kami punya cara sendiri untuk mengetahuinya. Termasuk dengan modus menelan narkoba atau swallow," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tenggang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved