WartaKota/

Keok Lawan Swasta, Pendapatan RSUD Kota Bekasi Jeblok

Keok melawan rumah sakit swasta, RSUD Bekasi hanya mampu membukukan pendapatan Rp 12 miliar per bulan.

Keok Lawan Swasta, Pendapatan RSUD Kota Bekasi Jeblok
mutupelayanankesehatan.net
Ilustrasi rumah sakit. 

WARTA KOTA, BEKASI-Menjamurnya rumah sakit swasta di Kota Bekasi rupanya berdampak pada pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Rumah sakit milik Pemerintah Kota Bekasi ini hanya mampu membukukan pendapatan Rp 12 miliar per bulan.

Padahal target yang dipatok pemerintah setempat mencapai Rp 15 miliar per bulan.

“Pendapatan sepanjang tahun ini memang cenderung menurun, tapi kami terus berbenah,” kata Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Pusporini pada Minggu (12/11/2017).

Puspo mengatakan, penyebab utama menurunnya pendapatan RSUD karena jumlah rumah sakit swasta semakin banyak.

Tahun lalu, jumlahnya mencapai 35 rumah sakit, namun kini menjadi 38 rumah sakit. Mereka saling bersaing menjual jasa kesehatan dan fasilitas kesehatan di Kota Bekasi.

Tentunya, kata dia, hal ini sangat berpengaruh pada pendapatan RSUD. Sebab rumah sakit swasta juga melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Apalagi RSUD merupakan fasilitas kesehatan tipe B, sehingga baru melayani pasien setelah mendapat rujukan dari rumah sakit tipe C, atau yang ada di bawahnya.

“Pasien cenderung sudah habis ditangani oleh faskes tipe C, sementara faskes tipe B hanya melayani sisa pasien rujukan," ujarnya.

Hal ini, kata dia, juga dipicu adanya renovasi di dua lantai Gedung A RSUD dr. Chasbullah. Dampaknya, kapasitas tampung RSUD menurun karena ada sekitar 20 kamar inap khusus anak dan ibu melahirkan yang tidak bisa difungsikan.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help