WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto: Saya Bukan Penjahat

Fredrich mengaku timnya dan Novanto telah memprediksi akan ada penetapan kembali sebagai tersangka.

Setya Novanto: Saya Bukan Penjahat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Sidang tersebut beragenda mendengarkan sejumlah keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK, salah satunya Ketua DPR Setya Novanto. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Fredrich Yunadi mengaku telah berkomunikasi dengan kliennya, Setya Novanto, atas langkah KPK kembali menetapkan Ketua DPR RI itu sebagai tersangka kasus dugan korupsi KTP elektronik. Dalam pembicaraan itu, Novanto merasa dizalimi.

"Pak Setya Novanto bilang, 'Mengapa saya harus diperlakukan seperti ini? Saya bukan penjahat. Saya bukan melakukan sesuatu hal yang membahayakan negara. Tapi, kenapa saya dilakukan tidak adil seperti ini'," tutur Fredrich di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/11/2017) malam.

"Toh, praperadilan yang dulu-dulu yang KPK kalah, kenapa enggak berani disentuh? Saya tanya, kenapa enggak berani? Kenapa beraninya sama sipil? Ini sudah enggak benar. Kalau adil, semuanya dong. Kenapa banyak tersangka yang enggak diadili? Kenapa bertahun-tahun jadi tersangka seumur hidup? Apakah itu adil? Sekarang saya tanya," sambungnya.

Baca: KPK: Tak Ada Celah bagi Setya Novanto untuk Mangkir

Fredrich mengaku timnya dan Novanto telah memprediksi akan ada penetapan kembali sebagai tersangka. Ia menduga hal itu dilakukan oleh pihak KPK, karena dendam setelah pimpinan dan penyidik KPK dilaporkan ke Bareskrim Polri, terkait dugaan pelanggaran pengajuan cegah bepergian ke luar negeri terhadap Setya Novanto.

"Kami sudah tahu mereka akan melawan. Kami tahu banget mereka akan melawan. Jadi bagi saya silakan lawan , tapi saya yakin hukum ini panglima, itu aja," ucap Fredrich.

Ketua DPR Setya Novanto melalui tim penasihat hukumnya melaporkan dua pimpinan dan penyidik KPK ke Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat malam.

Baca: KPK Periksa Transaksi Keuangan Setya Novanto

Usai membuat laporan, ketua tim penasihat hukum Novanton, Fredrich Yunadi, menunjukan surat tanda bukti lapor di Bareskrim nomor TBL/825/XI/2017/Bareskrim dengan nomor laporan : LP/1192/XI/2017/Bareskrim tertanggal 10 November 2017.

Dalam surat tersebut, pihak yang dilaporkan adalah Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman, dan penyidik KPK A Damanik selaku kasatgas penanganan perkara terkait Setya Novanto.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help