WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Jejak Setya Novanto, Pernah Berdagang Beras dan Terpilih Menjadi Pria Tampan Surabaya pada 1975

Ketua DPR Setya Novanto kembali ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

Jejak Setya Novanto, Pernah Berdagang Beras dan Terpilih Menjadi Pria Tampan Surabaya pada 1975
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Sidang tersebut beragenda mendengarkan sejumlah keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK, salah satunya Ketua DPR Setya Novanto. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Ketua DPR Setya Novanto kembali ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

Setya Novanto yang akrab dipanggil Setnov, terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2014 - 2019, dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, 17 Mei 2016.

Setya Novanto sempat menjadi sopir pribadi politikus Partai Demokrat Hayono Isman. Berikut fakta-fakta menarik dari Setya Novanto yang dihimpun TRIBUNNEWS.com dari berbagai sumber:

Baca: Menurut Survei Fadli Zon di Twitter, 78 Persen Masyarakat Berpendapat Pemerintah Makin Otoriter

Setya Novanto bertemu Hayono Isman saat sekolah di SMAN 9 (kini SMAN 70) Jakarta. Pertemuan dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik.

Saat menimba ilmu di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Setya memiliki banyak pekerjaan. Novanto sempat berjualan beras dan madu dengan modal Rp 82.500.

Dia memulai dengan kulakan tiga kuintal beras, hingga bisa berjualan beras sampai dua truk, yang langsung diambil dari pusatnya di Lamongan. Saat itu, dia juga punya kios di Pasar Keputren, Surabaya, namun usaha tersebut tak bertahan lama, dan predikat juragan beras ditanggalkannya karena mitra usahanya mulai tidak jujur.

Baca: Rumah Tangga Zack Lee Sudah Retak Sejak Nafa Urbach Hamil

Novanto kemudian mendirikan CV Mandar Teguh bersama putra Direktur Bank BRI Surabaya, Hartawan.

Dia lalu membubarkan CV-nya setelah mengamini tawaran pekerjaan menjual mobil salesman Suzuki untuk Indonesia bagian timur.

Halaman
1234
Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help