WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Berbulan-bulan Dilempari Orang Gara-gara Setya Novanto, Partai Golkar Diminta Sadar

Tidak ada jalan lain bagi Setya Novanto selain mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Berbulan-bulan Dilempari Orang Gara-gara Setya Novanto, Partai Golkar Diminta Sadar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Sidang tersebut beragenda mendengarkan sejumlah keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK, salah satunya Ketua DPR Setya Novanto. 

WARTA KOTA, MENTENG - Tidak ada jalan lain bagi Setya Novanto selain mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Pilihan itu dinilai paling tepat, menyusul penetapan dirinya kembali sebagai tersangka kasus korupsi pengadan KTP elektrtonik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengurus Generasi Muda Partai Golar Mirwan BZ Vauly menilai, keadaan semakin memburuk dan tidak baik untuk pencitraan partai, jika Novanto terus mempertahankan kedudukannya sebagai ketua umum.

Baca: Generasi Muda Partai Golkar Nilai Setya Novanto Pamerkan Kebodohan

"Partai kan gunanya untuk itu, mendapatkan kekuasaan dengan cara lewat pilihan rakyat. Karena itu, ini sudah dua kali, bagaimana caranya semua keluarga besar Partai Golkar harus duduk sama-sama. Partai enggak boleh dimatiin, dirusak terus namanya," tutur Mirwan saat diskusi bertajuk 'Setya Novanto Tersangka Lagi?' di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Mirwan mengumpamakan kader partai adalah orang yang datang ke sebuah rumah. Ternyata orang yang menumpang tersebut membuat masalah besar. Akibatya, rumah pun menjadi sasaran karena dilempari pihak-pihak yang dirugikan oleh orang yang datang ke rumah tersebut.

"Sudah berbulan-bulan kita dilempari orang. Kalau tak dihentikan, Golkar tidak akan bisa bangun. Oleh karena itu sudah saatnya Golkar untuk sadar," ujarnya.

Mirwan bahkan menegakan bahwa Novanto harus tetap mundur, walau dia akan menempuh jalan gugatan praperadilan seperti yang dia lakukan sebelumnya. Gugatan praperadilan adalah persoalan hukum yang bisa dijalankan Novanto, sedangkan partai jelas tidak hanya mengurusi Novanto seorang. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help