WartaKota/

Kekerasan Seksual pada Anak Paling Menonjol di Bekasi

Dari berbagai bentuk kejahatan yang menimpa anak di Bekasi, kasus kekerasan seksual pada anak paling menonjol.

Kekerasan Seksual pada Anak Paling Menonjol di Bekasi
Kompas.com
Ilustrasi. Bayi berusia 13 bulan ini menjadi korban kekerasan seksual pria pacar ibunya. 

WARTA KOTA, BEKASI-Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Bekasi tetap paling menonjol dari kasus kekerasan lainnya di wilayah setempat.

Dari 102 kasus yang dilaporkan, ada 45 kasus kekerasan seksual yang dialami anak.

Jumlah ini diproyeksikan lebih rendah dari angka sesungguhnya, karena ada beberapa orang tua yang tidak melapor ke petugas dengan alasan malu.

"Kasus kekerasan seksual memang menjadi perhatian, selebihnya kasus kekerasan fisik dan kenakalan remaja," kata H. Mini, Kepala Bidang Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kota Bekasi pada Kamis (9/11/2017).

Mini mengatakan, tren kekerasan anak di Kota Bekasi memang cenderung menurun dari periode 2016 sebelumnya, sebanyak 148 kasus.

Sampai saat ini, pihaknya rutin menggiatkan sosialisasi di tiap permukiman warga secara acak untuk menanggulangi kasus serupa.

Dia menilai, faktor utama yang mempengaruhi perilaku anak saat ini adalah teknologi gawai yang kian mumpuni.

Melalui perangkat itu, anak-anak dengan mudah meniru apapun yang mereka lihat. Apalagi, segala konten bisa mereka akses melalui jaringan internet.

Menurut dia, kecanduan gawai berpotensi membuat anak menjadi pelaku dan juga korban kekerasan. Untuk itu, Mini mengaku orang tua harus mendampingi anak-anak dalam bermain gadget.

"Makanya kita minta orang tua selalu memperhatikan anak-anaknya dalam bermain gadget, utamanya internet," ujarnya.

Bukan hanya gawai, kata dia, faktor lainnya anak lemah pengawasan karena kesibukan orang tua.

Kata dia, sang anak lalu mencari perhatian dari hal-hal di luar nalar, sehingga terjerumus dalam perilaku pemakaian obat-obat terlarang.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Syahroni menambahkan, pemerintah pusat dan daerah memiliki kewajiban untuk membangun mental warga, jangan sampai anak sebagai sasaran kekerasan.

Sebab katanya, hak anak harus dipenuhi misalnya bermain, berekreasi, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, istirahat, makanan dan minuman bergizi dan sebagainya.

"Jika ingin Kota Bekasi layak anak, jangan beri kesempatan bagi iklan rokok, minuman beralkohol, dan pornografi-pornoaksi, karena semua itu mengancam anak-anak," kata Syahroni. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help