WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Jadi Terlapor di Bareskrim, Ketua KPK Tegaskan Kasus Korupsi e-KTP Jalan Terus

Dalam laporannya, kubu Setya Novanto melaporkan atas tuduhan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang.

Jadi Terlapor di Bareskrim, Ketua KPK Tegaskan Kasus Korupsi e-KTP Jalan Terus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua KPK Agus Rahardjo (pakai peci) bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Dua pimpinan KPK dilaporkan ke Bareskrim oleh kuasa hukum Setya Novanto.

Dalam laporannya, kubu Setya Novanto melaporkan atas tuduhan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang.

Surat yang dimaksud di antaranya surat perpanjangan pencegahan ke luar negeri terhadap Setya Novanto dalam perkara korupsi e-KTP, dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Baca: Lewat Mimpi Warga, Polisi Temukan Satu Jenazah Lagi di Pabrik Kembang Api yang Terbakar di Kosambi

Ketua KPK Agus Rahadjo menegaskan, ‎meski dirinya dilaporkan, dia memastikan penanganan perkara korupsi e-KTP akan tetap berjalan.

"Untuk kasus e-KTP-nya sendiri, KPK pasti akan jalan terus. Proses penyidikan baru telah dimulai. Sampai hari ini, pemeriksaan saksi-saksi sedang kami lakukan," ujar Agus melalui pesan singkat, Kamis (9/11/2017).

Agus menambahkan, setelah koordinasi dengan tim penindakan selesai, maka penyidikan baru akan disampaikan secara lebih lengkap. Kasus ini bermula dari adanya laporan polisi oleh pelapor bernama Sandy Kurniawan, kuasa hukum Setya Novanto.

Baca: Kata Gubernur Bali, Gunung Agung Harusnya Meletus pada 23 September 2017

‎Pelapor melaporkan Agus dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dengan dugaan tindak pidana membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau pasal 421 KUHP.

Atas laporan dengan nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim ‎tertanggal 9 Oktober 2017, penyidik telah memeriksa enam saksi, tiga ahli pidana, satu ahli hukum tata negara, dan melakukan gelar perkara.

Pada 7 November 2017‎, penyidik resmi menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Meski sudah penyidikan, status Agus Rahardjo dan Saut Situmorang masih sebagai terlapor, dan belum diperiksa. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help