WartaKota/

Pilkada Jateng

Ferry Juliantono Paparkan Sejumlah Kemiskinan di Jawa Tengah

Ferry Juliantono dalam menggalang suara ke sejumlah pelosok Jawa Tengah memaparkan sejumlah fakta kemiskinan struktural di Jawa Tengah.

Ferry Juliantono Paparkan Sejumlah Kemiskinan di Jawa Tengah
istimewa
Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Ferry Juliantono 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kunjungan Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra, Ferry Juliantono dalam menggalang suara ke sejumlah pelosok Jawa Tengah memaparkan sejumlah fakta kemiskinan struktural di provinsi Jawa Tengah.

Padahal menurutnya, masyarakat Jawa Tengah dapat hidup makmur dan sejahtera, apabila pemimpinnya dapat merakyat.

"Banyak program-program yang yang tidak berpihak kepada rakyat. Contoh yang bisa langsung kita lihat adalah penggunaan APBD provinsi yang belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung-nya disetarakan. Silahkan nilai sendiri,” terang Ferry dalam siaran tertulis saat bertemu DPC dan PAC serta tokoh masyarakat di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (7/11/2017)

Belanja Tidak Langsung, kata Ferry, kegiatan belanja daerah yang dianggarkan dan tidak memiliki hubungan apapun secara langsung dengan pelaksanaan program pemerintah daerah.

Sedangkan Belanja Langsung katanya kegiatan belanja daerah yang dianggarkan dan berhubungan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.

"Belanja jenis ini, pada umumnya dibagi menjadi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Seharusnya belanja langsung lebih diprioritaskan. Karena menyangkut program untuk masyarakat. Kok jadi lebih banyak belanja tidak langsung? Kenapa? Karena tidak punya keberpihakan kepada wong cilik,” terang Pria yang bernama lengkap Ferry Joko Juliantono ini.

Ini juga yang menjadi alasan Pria asal Kudus dan Kebumen ini mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Dirinya berharap agar kondisi yang memprihatinkan tersebut dapat berubah.

Terkait hal tersebut, dirinya pun menyayangkan partai definitif yang menjadi penguasa hampir 20 tahun tidak membawa perubahan signifikan.

"Tapi kok masih menjadi provinsi termiskin nomor 12 dan penyumbang kemiskinan nomor dua di Indonesia. Insya Allah jika diberikan amanat sebagai pelayan warga Jawa Tengah, ini menjadi prioritas saya, mengembalikan marwah Jawa Tengah," jelasnya.

"Pemimpin itu seharusnya memberikan kebaikan, bukan sebaliknya asik pencitraan tapi kecu pada janji-janjinya di masa kampanye," tutupnya menambahkan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help