Inilah Wujud Kerukunan Antarumat Beragama di Kecamatan Halong, Balangan

Desa Kapul, Kecamatan Halong merupakan simbol bahwa adat dan budaya menjadi indikator penting bersatunya lima umat beragama di Balangan.

Inilah Wujud Kerukunan Antarumat Beragama di Kecamatan Halong, Balangan
Istimewa

WARTA KOTA, PALMERAH - Kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Halong, Balangan

Desa Kapul Kecamatan Halong merupakan simbol bahwa adat dan budaya menjadi indikator penting dalam bersatunya lima umat beragama yang ada di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Setidaknya ada tiga pemeluk agama berbeda di Desa Kapul yakni Budha, Katholik dan Kristen Protestan, sedangkan umat Muslim ada di desa tetangganya yaitu Desa Halong, sementara penganut Hindu terpusat di Desa Liyu, tidak jauh dari Desa Kapul.

Namun masyarakat yang minoritas beragama lain di salah satu desa itu tak pernah merasa dikucilkan, malah mereka selalu mendapat dukungan dari pemeluk agama mayoritas, seperti yang dirasakan oleh penganut agama Protestan, Damayanto.

Baca: Live Streaming Pernikahan Ayang-Bobby Bisa Dilihat di Sini

"Di desa kami mayoritas agama Islam kemudian Budha, tapi toleransi antar beragama sampai sejauh ini kami rasakan tidak pernah ada permasalahan dan bahkan sangat baik," kata Damayanto Pendeta GKE Protestan Halong lewat keterangan resminya kepada Wartakotalive.com Rabu (8/11/2017).

Damayanto menjelaskan di wilayah mereka setiap agama pun kini sudah memiliki tempat ibadahnya masing-masing, sehingga dengan khusyuk bisa melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaan agama masing-masing.

Di sisi lain, dipusatkannya pelestarian seni budaya suku dayak Pegunungan Meratus oleh masyarakat sekitar di Desa Kapul, secara tidak langsung mengakrabkan antar umat beragama yang ada di tiga desa tersebut, dari generasi ke generasi turun-temurun.

Demi melestarikan dan sekaligus sebagai wadah serta pemersatu anak-anak setempat yang berasal dari berbagai agama untuk berkesenian, di Desa Kapul dibentuk Sanggar Seni Wadian Tambai Balangan.

Di sanggar ini, anak-anak diajarkan tari-tarian dan permainan musik tradisional.

Halaman
123
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved