WartaKota/

Korupsi KTP Elektronik

Sprindik Setya Novanto Beredar, Fahri Hamzah: Ini Premanisme!

Fahri menuding kesombongan KPK yang sengaja menetapkan orang sebagai tersangka, lalu menghancurkan kariernya.

Sprindik Setya Novanto Beredar, Fahri Hamzah: Ini Premanisme!
TRIBUNNEWS/ADIATMAPUTRA FAJAR PRTAMA
Fahri Hamzah 

WARTA KOTA, SENAYAN - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kesal mendengar kabar kembali terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Setya Novanto.

Menurutnya, apa yang dilakukan KPK membuat keadaan menjadi kacau. Apalagi, Ketua DPR Setya Novanto masih dicekal meski sudah menang praperadilan atas status tersangkanya.

"Jadi kisah kelakuan KPK ini yang selama ini sudah membuat keadaan jadi kacau," kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Baca: Kuasa Hukum: SPDP Setya Novanto Hoax

Fahri mengatakan, KPK dalam bekerja sangat gegabah. Buktinya, sprindik baru untuk Setya Novanto bisa beredar ke para wartawan, sedangkan pihak KPK belum berani mengonfirmasi terkait keluarnya sprindik itu.

"Mereka ingin dinilai hanya mereka yang bisa memberantas korupsi, tetapi mereka bekerja sembrono membocorkan sprindik," tuturnya.

Lebih lanjut, Fahri menuding kesombongan KPK yang sengaja menetapkan orang sebagai tersangka, lalu menghancurkan kariernya.

Baca: Tersangka Atau Tidak, KPK Tidak Perlu Izin Presiden untuk Periksa Setya Novanto

Sedangkan sejumlah nama yang sudah menjadi tersangka seperti RJ Lino, KPK belum melakukan apa-apa.

"Ini kan brengsek semua. Karena kan diatur-atur siapa yang mau diancurin, yang sudah kadung ancur namanya kayak Pak Nov itu paling enak. Dibejek aja terus sama KPK kan. Karena kalau ngebejek bejek Novanto kayaknya enggak ada risiko, nih. Bejek aja terus. Ini juga bukan hukum KPK, tetapi premanisme," tutur Fahri. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help