WartaKota/

Sabar Ya, 217 Tahun Lagi Penghasilan Wanita Baru Bisa Samai Pria

Para wanita harus menunggu 217 tahun sampai akhirnya bisa memperoleh penghasilan yang sama dengan laki-laki.

Sabar Ya, 217 Tahun Lagi Penghasilan Wanita Baru Bisa Samai Pria
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Petugas menghitung mata uang dolar AS yang ditukar warga di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (12/5). Nilai tukar rupiah kembali turun menjadi Rp 13.210 per dollar AS dibanding hari sebelumnya Rp 13.155 per dollar AS 

WARTA KOTA, JAKARTA - Para wanita harus menunggu 217 tahun sampai akhirnya bisa memperoleh penghasilan yang sama dengan laki-laki, sekaligus menduduki posisi yang sama di tempat kerja.

Laporan dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyebutkan bahwa pencapaian dan gaji perempuan di tempat kerja hanya lebih dari setengahnya pria atau 58 persen.

"Kesetaraan gender mencakup moral dan ekonomi. Beberapa negara memahami hal ini dan mengambil tindakan untuk mengatasi kesenjangan gender di negara mereka," ungkap para peneliti studi.

Tahun lalu, WEF mencatat bahwa perempuan akan mencapai kesetaraan di bidang ekonomi dalam 170 tahun, semakin jauh dari prediksi di tahun 2015 yakni 118 tahun.

Baca: Rahasikan Lokasi Tanah untuk Rumah DP Rp 0, Sandiaga: Ada Perkembangan Baik

Tidak ada negara yang menutup celah gaji, kata pihak WEF yang menggunakan data dari institusi seperti Organisasi Perburuhan Internasional, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Kesehatan Dunia.

Secara keseluruhan, Yaman, Pakistan, Suriah, Chad dan Iran berada paling rendah dari 144 negara soal ketidaksetaraan di empat bidang yakni pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup, peluang ekonomi dan pemberdayaan politik.

Sementara Islandia, Norwegia, Finlandia, Rwanda dan Swedia, tergolong berada di peringkat tertinggi.

Para perempuan bernasib jauh lebih baik dalam hal pendidikan, saat kesetaraan dapat dicapai dalam waktu 13 tahun.

Sementara kesenjangan dalam pemberdayaan politik bisa memakan waktu 99 tahun lebih lama.

Laporan WEF menyebut meskipun wanita berkualitas dari sisi pendidikan, banyak industri gagal mempekerjakan, mempertahankan dan mempromosikan mereka, sehingga mereka kehilangan banyak kapasitas.

Demikian seperti dilansir laman Indian Express. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help