Perwakilan Pemprov DKI Jakarta Tak Hadiri Sidang Gugatan Nelayan Muara Angke

Taufiqurahman berharap ke depannya proses sidang bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Perwakilan Pemprov DKI Jakarta Tak Hadiri Sidang Gugatan Nelayan Muara Angke
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Korban Reklamasi (AKAR) menggelar unjuk rasa menolak reklamasi Teluk Jakarta di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (7/11). 

Laporan Wartawan, Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Korban Reklamasi (AKAR) menggelar unjuk rasa menolak reklamasi Teluk Jakarta di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (7/11).

Adapun aksi ini berbarengan dengan sidang gugatan dugaan perbuatan melawan hukum oleh Pemprov DKI dalam hal ini Sekda DKI Jakarta Saefullah yang berkasnya sudah didaftarkan di Kepaniteraan Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Gugatan yang dilayangkan mengenai perbuatan dugaan melawan hukum terhadap perjanjian Nomor 33 Tahun 2007 dan Nomor 1/AKTA/NOT/VIII/17 tertanggal 11 Agustus 2017.

Di mana, penggunaan atau pemanfaatan tanah di atas sertifikat hak pengelolaan Nomor 45 /Kamal Muara Pulau 2A (Pulau D) antara Pemprov DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Sekda Saefullah dengan PT Kapuk Naga Indah.

"Kami datang ke sini agar hakim melihat kami ingin keadilan ditegakan, karena merasa ditindas dengan proyek reklamasi," tutur Tahir, nelayan Muara Angke saat ditemui di lokasi, Selasa (7/11).

Kendati demikian, Ketua Tim Kuasa Hukum AKAR M. Taufiqurahman mengaku kecewa lantaran sidang terpaksa ditunda sebab tergugat satu dalam hal ini mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tak hadir.

"Sidang ditunda tanggal 21 November 2017 karena mantab gubernur (Djarot) sebagai tergugat 1 ga hadir," kata Taufik.

Taufiqurahman berharap ke depannya proses sidang bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Ia meminta agar perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta bisa hadir dalam sidang selanjutnya.

"Aksi datang untuk mengawal dan memastikan proses persidangan berjalan transparan dan bebas intervensi. Ini bukan dugaan, ini sebuah harapan supaya proses persidangan ini berlandaskan keadilan yang hakiki," ungkapnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved