HUT Tangsel

Persatuan Masyarakat Batak akan Turut Ramaikah HUT Tangsel dengan Gelar Sembako Murah

Dalam rangka menyambut HUT Tangsel ke-9, masyarakat Batak di Tangsel pun ingin berpartisipasi meramaikan acara itu

Persatuan Masyarakat Batak akan Turut Ramaikah HUT Tangsel dengan Gelar Sembako Murah
Alija Berlian Fani
Rapat Pengurus Persatuan Masyarakat Batak Tangsel di Bukit Pelayangan Resto, Serpong, Selasa (7/11/2017). 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, SERPONG -- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke-9, seluruh lapisan masyarakat mengadakan berbagai keseruan menarik seperiti yang dilakukan oleh Persatuan Masyarakat Batak (PMB) Tangsel.

Kepala Bidang (Kabid) Prestasi dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Ucok A.H Siagian mengatakan dengan acara bernama "Semalaman Di Tano Batak" ini, membuktikan kepada masyarakat bahwa di Tangsel ada orang-orang Batak.

"Dalam rangka menyambut HUT Tangsel ke-9, masyarakat Batak di Tangsel pun ingin berpartisipasi. Ini momen yang bagus untuk kita masyarakat Batak," ungkap Ucok yang juga menjabat sebagai Ketua PMB Tangsel, Selasa (7/11/2017).

Ia mengungkapkan Semalaman Di Tano Batak ini, menargetkan 3000 orang yang akan menghadiri acara puncak pada 24 November 2017 di Lapangan Kecamatan Pamulang.

"Karena, tujuan kegiatan ini sebagai wadah kebersamaan dalam menyatukan prinsip serta menyampaikan kepada khalayak akan keberadaan masyarakat Batak di Tangsel," ujarnya.

Acara ini akan dilaksanakan berbagai event-event kerakyatan seperti pasar murah, pelayanan kesehatan gratis, tor-tor seluruh batak yang dihadiri olah artis-artis batak.

Dalam pasar murah, PMB Tangsel akan menyediakan sembako dengan harga yang murah. Misalnya, daging yang harganya 110.000 ribu/Kg dan akan di jual 80.000/Kg, tepung terigu yang harga 10.000/Kg akan di jual 8.000/Kg, mie yang harga 2.500/bungkus akan di jual 2.000/bungkus dan masih banyak harga sembako yang sangat murah.

Lanjutnya, sebagai anak rantau yang menerapkan Dalihan Natolu merupakan leluhur Batak yang dipegang teguh masyarakat Batak.

"Batak memiliki dasar budaya yang tidak bisa dihilangkan dari diri pribadi Batak. Dalihan Natolu memiliki makna penghormatan terhadap sesama serta mengutamakan kebersamaan," ucapnya.

Menurutnya masyarakat Batak itu sebenarnya sangat humanis dan romantis dan dengan sikap ini, akan menjadi modal dalam berkehidupan baik dengan masyarakat lain maupun sesama Batak, serta akan menjadi bekal untuk anak cucu di masa mendatang.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help