WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

PD Pasar Jaya Diimbau Jangan Cuma Kejar Retribusi, Terkait Pasar Rakyat Sepi Pembeli

Tidak hanya pasar tradisional, sejumlah minimarket, swalayan dan supermarket bahkan sudah terkena imbas dari pergeseran perilaku masyarakat ini.

PD Pasar Jaya Diimbau Jangan Cuma Kejar Retribusi, Terkait Pasar Rakyat Sepi Pembeli
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sarman Simanjorang 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sarman Simanjorang, menjelaskan, permasalahan yang menimpa para pedagang pasar rakyat atau pasar tradisional di Jakarta saat ini seharusnya disikapi secara serius oleh PD Pasar Jaya.

Ia meminta agar solusi yang diberikan tidak sekadar wacana, sebab, Jakarta mempunyai peran penting pada sektor ekonomi nasional.

“Jadi jangan dikejar-kejar soal retribusi saja, sementara pedagang dibiarkan begitu saja dalam kondisi pembeli yang sepi. Harus ada pembicaraan bersama. Ajak pedagang diskusi kira-kira apa yang harus dilakukan di tengah situasi seperti ini. Dan paling penting adalah tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” jelas Sarman kepada Warta Kota, Selasa (7/11/2017). 

Sarman bilang, penyebab tren penurunan kedatangan masyarakat ke pasar tradisional dan pasar rakyat selain karena daya beli sedang menurun juga disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang kini lebih memanfaatkan media digital untuk berbelanja. Ia menggambarkan bagaimana pasar digital telah menggerus usaha konvensional.

Tidak hanya pasar tradisional, sejumlah minimarket, swalayan dan supermarket bahkan sudah terkena imbas dari pergeseran perilaku masyarakat ini.

Ia pun meminta kepada PD Pasar Jaya untuk melakukan edukasi kepada para pedagang bagaimana memanfaatkan media sosial untuk mendukung aktvitas berdagangnya.

“Para pedagang itu banyak yang tidak mengerti soal medsos atau menggunakan handphone mereka untuk mendukung usaha. Jadi, jangan hanya diimbau saja agar mengikuti perkembangan. Tapi terjun ke lapangan dan berikan pelatihan dan pendampingan kepada mereka,” kata Sarman.

Selain itu, ia meminta kepada para pedagang untuk evaluasi diri dan berbenah meningkatkan pelayanan secara maksimal kepada para pembeli.

“Pedagang juga jangan pasrah. Minimal dimulai dari menjaga kebersihan, kenyamanan dan kemanan pasar agar pengunjung merasa betah datang ke pasar,” ujarnya.

Sarman optimistis Pemprov DKI Jakarta yang kini dipimpin Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan turut memperhatikan nasib para pedagang pasar. Apalagi, Sandiaga Uno, sebelum menjabat sebagai wakil gubernur adalah ketua APPSI yang menurut Sarman sangat mengerti dengan kondisi yang dirasakan para pedagang pasar.

“Apalagi sekarang sedang digodok Perda Perpasaran. Di sana nanti ada pasal-pasal yang mengatur misalnya soal jarak swalayan atau supermarket dengan pasar tradisionl dan sebagainya. Artinya sekarang masalah pasar ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Dan harapan kami Perda Perpasaran ini menjadi salah satu solusi atas permasalahan yang dihadapi para pedagang pasar saat ini, yakni menurunnya pembeli,” jelasnya.  

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help