WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

Kurang Promosi, Pasar Rakyat Sepi

Kondisi pasar dari waktu ke waktu justru semakin sepi pembeli. Bangunan yang terbilang masih baru itu pun tidak terawat dengan baik.

Kurang Promosi, Pasar Rakyat Sepi
Warta Kota/Feryanto Hadi
PASAR Rakyat Nangka Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat tampak sepi, Selasa (7/11/2017). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN --- Kondisi lima pasar rakyat yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur Joko Widodo membuat para pedagang hampir putus asa. Bangunan pasar yang baru dengan anggaran puluhan miliar rupiah itu nyatanya tidak membuat pasar-pasar itu ramai.

Sebaliknya, semenjak diresmikan pada pertengahan 2016 lalu oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, para pedagang berangsur-angsur pergi karena sepi pembeli. Pedagang yang bertahan saat ini mengaku tidak punya pilihan pekerjaan lain.

Para pedagang umumnya menyadari, saat ini telah terjadi pergeseran perilaku di masyarakat. Masyarakat kini lebih memilih berbelanja ke swalayan, minimarket, supermarket, ketimbang datang ke pasar tradisional. 

Tetapi, mereka mempertanyakan komitmen PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar di Jakarta yang dianggap abai terhadap nasib para pedagang. PD Pasar Jaya hanya dianggap giat menarik uang retribusi bulanan, namun tidak melihat situasi yang melanda para pedagang maupun pasar yang mereka miliki.

Seorang pedagang di Pasar Rakyat Nangka Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat bernama Cahyo (45) mengaku sejak diresmikan sebagai pasar rakyat tidak pernah ada upaya promosi yang dilakukan PD Pasar Jaya terhadap pasar itu. Padahal, kondisi pasar dari waktu ke waktu justru semakin sepi pembeli. Bangunan yang terbilang masih baru itu pun tidak terawat dengan baik. Di sejumlah titik di pasar itu tampak pemandangan yang kotor dan jorok.

“Sebenarnya pengelola juga tahu kalau pasar ini sudah sepi pembeli. Tapi mereka diam saja seperti tidak perduli. Kita para pedagang hanya bisa pasrah dengan kondisi sekarang,” kata Cahyo kepada Warta Kota, Rabu (25/10/2017).

Harusnya, kata Cahyo, PD Pasar Jaya mengajak bicara para pedagang untuk merumuskan langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mengembalikan kejayaan pasar rakyat.

“Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada upaya seperti itu. Bahkan, kegiatan promosi pun tidak ada sama sekali,” jelasnya.

Asrun (31), pedagang sayur di Pasar Rakyat Kebon Bawang, Jakarta Utara juga menilai PD Pasar Jaya pasif dengan kondisi pasar saat ini. Ia menuding, Pasar Jaya hanya perduli dengan sejumlah pasar yang dianggap strategis dari sisi bisnis dengan secara rutin melakukan event di pasar-pasar itu.

“Sementara pasar kecil seperti di sini seperti dikucilkan dan dianaktirikan. Harusnya bisa lebih obyektif melihat pasar mana yang sepi dan membutuhkan promosi,” kata dia.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help