WartaKota/

Sering Makan Makanan Kaki Lima, Sehatkah?

Namun di balik murahnya makanan tersebut ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terutama masalah kesehatan.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Yosia Margaretta

WARTA KOTA, PALMERAH -- Gaya hidup di Jakarta yang beragam ternyata juga diiringi dengan gaya hidup yang hemat dan tidak sehat.

Seperti misalnya fenomena ramainya kedai kaki lima di area perkantoran Jakarta oleh para karyawan yang berkantor di daerah tersebut.

Daerah Kebon Kacang misalnya, selalu ramai oleh karyawan yang datang untuk makan dengan alasan makanan di area tersebut murah.

Namun di balik murahnya makanan tersebut ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terutama masalah kesehatan.

Makanan kaki lima identik dengan posisinya yang terletak di pinggir jalan dan pastinya terpapar oleh debu dan asap kendaraan bermotor.

"Makanan yang sudah terpapar asap ataupun debu itu sudah pasti tidak higenis," ujar dokter Penyakit Dalam, dr. Maxwadi Maas, SpPD ketika diwawancarai Wartakotalive (6/11/2017).

dr. Maxwadi Maas pun mengungkapkan ketika makanan sudah tidak higenis sebenarnya sudah tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Hal tersebut dikarenakan dapat memicu penyakit dalam seperti infeksi usus, diare dan lainnya.

"Kalau sudah tidak higenis ya sebenarnya sudah tidak boleh dimakan tapi susah ya kadang karena faktor ekonomi juga," ujar dr. Maxwadi Maas.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help