WartaKota/

Sering Jajan di Kaki Lima Bisa Picu Kanker

Di tengah gaya hidup yang serba instan terkadang banyak orang yang mengabaikan kesehatan.

Sering Jajan di Kaki Lima Bisa Picu Kanker
Yosia Margaretta
Daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat ini yang terletak persis di belakang Mall Grand Indonesia jadi pusat kuliner elit kaki lima di Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Yosia Margaretta

WARTA KOTA, PALMERAH -- Di tengah gaya hidup yang serba instan terkadang banyak orang yang mengabaikan kesehatan.

Seperti misalnya ramainya jajanan di kaki lima yang sering dijadikan tempat bersantap tanpa memikirkan aspek kesehatan.

Jajanan kaki lima yang sering digandrungi masyarakat misalnya seperti gorengan yang ada di pinggir jalan.

Seperti di daerah belakang perkantoran Jalan MH. Thamrin, Anda bisa menemukan banyak sekali jajanan kaki lima seperti gorengan misalnya.

Di balik faktor instan, masyarakat juga mempertimbangkan faktor ekonomis dimana gorengan bisa mengenyangkan perut namun harganya murah.

"Ini buat cemilan sih. Murah dan ngenyangin juga" ujar pembeli gorengan di daerah Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Maria.

Namun gaya hidup yang seperti itu ternyata memiliki faktor risiko kesehatan yang mengkhawatirkan.

"Kalau jangka pendek mungkin infeksi ya tapi jangka panjangnya pada bagian onkologis seperti kanker. Orang yang sering makan gorengan tahu tempe seperti itu akhirnya sel-selnya tidak bekerja dengan normal sehingga tumbuh yang namanya kanker" ujar Dokter Umum, dr. Stefanus Widananta.

dr. Stefanus sendiri mengharapkan pemerintah khususnya Departemen Kesehatan mampu memantau para pedagang kaki lima untuk menyajikan makanan.

"Sebenarnya selain mengimbangi dengan makanan yang sehat, pemerintah juga harus ikut berperan dalam mengawasi penjual-penjual makanan kaki lima ini. Dari mulai bahan-bahan yang alami juga dalam pengolahannya. Sehingga walaupun dengan bahan yang murah tetapi diketahui tidak menyebabkan penyakit jangka panjang" ungkap dr. Stefanus.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help