WartaKota/

Sepanjang Libur Akhir Tahun, KAI Larang Pegawainya Cuti Tahunan

Selama libur panjang akhir tahun, PT KAI melarang pegawainya mengambil cuti panjang. Ini untuk mengantisipasi pelayanan kereta api tetap prima.

Sepanjang Libur Akhir Tahun, KAI Larang Pegawainya Cuti Tahunan
Direksi PT KAI memberi keterangan pada wartawan mengenai kesiapan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. 

WARTA KOTA, GAMBIR-Persiapan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru pada akhir bulan Desember 2017 mendatang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI)  dengan membuat sejumlah jadwal perjalanan Kereta Api (KA) reguler maupun tambahan.

PT KAI juga mengeluarkan ketentuan untuk menolak permohonan cuti yang diajukan pegawainya selama masa libur panjang.

Pelarangan cuti tersebut diungkapkan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro hanya berlaku untuk permohonan cuti tahunan sejak masa angkutan liburan Natal dan Tahun Baru ditetapkan, yakni selama 17 hari yang dimulai dari tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018.

Tujuannya disebutkan untuk meningkatkan pelayanan selama masa libur panjang.

"Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai PT KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan," ungkap Edi kepada wartawan di Stasiun Gambir, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (6/11/2017).

Pelarangan cuti tahunan katanya bukan berarti mengurangi hak pegawai PT KAI untuk mendapatkan cuti, tetapi penggantian cuti tahunan akan diberikan selepas masa angkutan Natal dan tahun Baru (Nataru).

Namun, ketetapan tersebut tidak berlaku bagi cuti penting, seperti cuti melahirkan, nikah atau cuti karena ada keluarga meninggal dunia.

"Ketentuan ini sudah diberlakukan sejak tahun 2013-2014. Jadi selama masa angkutan penting, seperti Lebaran, Natal atau Tahun Baru itu semua pegawai cutinya ditangguhkan dan akan diganti selepas masa libur panjang," jelasnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help