Ketua DPRD DKI Ngopi Bareng Anies-Sandi Dianggap Akal-akalan untuk Hindari Sanksi

Pras, sapaan akrab Prasetio, juga mengundang Anies-Sandi dan diajak duduk satu meja dengannya.

Ketua DPRD DKI Ngopi Bareng Anies-Sandi Dianggap Akal-akalan untuk Hindari Sanksi
WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Suasana ngopi bareng antara Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Anies-Sandi, di rumah dinas Prasetio, Senin (6/11/2017) pagi. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menggelar acara coffee morning di rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2017) pagi.

Pras, sapaan akrab Prasetio, juga mengundang Anies-Sandi dan diajak duduk satu meja dengannya.

Ini pertemuan mereka pertama kali usai pelantikan Anies-Sandi pada Senin (16/10/2017) lalu, dan usai ketegangan di Dewan akibat tak digelarnya paripurna istimewa. Anggota DPRD DKI Prabowo Soenirman cenderung memandang acara itu hanya akal-akalan Pras.

Baca: Tak Ada Sindiran Soal Rapat Paripurna Istimewa Saat Ketua DPRD DKI Ngopi Bareng Anies-Sandi

"Ini hanya konspirasi dia (Pras) saja," kata Prabowo ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (6/11/2017).

Menurut Prabowo, Pras hanya berusaha menunjukkan bahwa tak ada masalah walau paripurna istimewa tak digelar.

Prabowo menilai acara itu hanya konspirasi agar memperlihatkan kepada Badan Kehormatan DPRD DKI, bahwa Anies-Sandi tak masalah paripurna istimewa tak digelar.

Baca: Ini Perintah Jokowi Saat Panglima TNI Melapor Dilarang Masuk ke Amerika Serikat

Pras, kata Prabowo, hendak membuat situasi seolah-olah Anies-Sandi tak mempermasalahkan tak digelarnya paripurna istimewa, sehingga tak ada lagi yang perlu diributkan.

"Padahal ya paripurna istimewa tak dilaksanakan itu ya masalah. Haknya anggota Dewan tak dipenuhi," jelas Prabowo.

Prabowo berharap Badan Kehormatan DPRD DKI (BK) tak tertipu dengan pertemuan Pras dan Anies-Sandi, pagi ini. Pertemuan itu cuma akal-akalan Pras.

Baca: Pertemuan IMF-Bank Dunia Tetap di Bali, Luhut: Kita Berdoa Saja Gunung Agung Enggak Aneh-aneh

BK mesti tetap memproses laporan pelanggaran tata tertib yang dilakukan Pras. Pras dianggap melanggar tata tertib karena tak menanggapi keinginan sejumlah pimpinan agar Pras menggelar paripurna istimewa.

Prabowo berharap BK bisa memberikan sanksi berat kepada Pras, seperti dihentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPRD DKI. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved