110 dari 140 PMKS yang Dijaring Dinsos Kota Depok Adalah Pengamen Jalanan

Devi mengakui, 110 pengamen jalanan itu belum diserahkan dan dibina pihaknya bersama Institut Musik Jalanan (IMJ) dalam program kartu bebas ngamen.

110 dari 140 PMKS yang Dijaring Dinsos Kota Depok Adalah Pengamen Jalanan
Istimewa
SEBAGIAN warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dijaring Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama Satpol PP Kota Depok beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA --- Dari 140 orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dijaring Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama Satpol PP Depok sepanjang 2017 ini, ternyata 110 di antaranya adalah pengamen jalanan.

Ke 110 pengamen jalanan itu langsung dibawa Dinsos Depok ke panti sosial di Jakarta Timur untuk dibina, setelah sebelumnya didata.

SEORANG warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dijaring Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama Satpol PP Kota Depok beberapa waktu lalu.
SEORANG warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dijaring Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama Satpol PP Kota Depok beberapa waktu lalu. (Istimewa)

"Sementara sisanya, 30 orang adalah anak jalanan, orang dengan gangguan jiwa, anak punk, gepeng (gelandangan dan pengemis, red) dan lainnya," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Depok Devi Maryori kepada Warta Kota, Minggu (5/11/2017).

Devi mengakui bahwa ke 110 pengamen jalanan itu belum diserahkan dan dibina pihaknya bersama Institut Musik Jalanan (IMJ) dalam program Supercard (Support Performer Card) atau kartu bebas ngamen.

Sebab pihaknya belum melibatkan IMJ dalam penjangkauan PMKS. Padahal program Depok Supercard sudah dilaunching sejak 2016 lalu.

Di mana dengan program ini pengamen jalanan dibina hingga layak mendapat kartu bebas ngamen dan mengamen di tempat layak mulai dari cafe, hotel, restoran dan ruang terbuka yang disediakan Pemkot Depok.

Dengan begitu pengamen tidak kembali ke jalanan dan dikejar-kejar Satpol PP Depok. "Ke depan kita akan libatkan IMJ. Nanti akan berkordinasi dengan mereka," kata Devi.

WARGA penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dijaring Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama Satpol PP Kota Depok beberapa waktu lalu.
WARGA penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dijaring Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok bersama Satpol PP Kota Depok beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Ia mengatakan selama ini PMKS yang dijaring dibina dan direhabilitasi bersama instansi terkait menurut jenis dan kebutuhan para PMKS, serta ada pula yang dipulangkan ke daerah asalnya.

"Mereka kami data dan dari sana akan dipilah untuk direhabilitasi atau diberikan pembinaan dengan dikirim ke panti rehabilitasi milik Kementerian Sosial di Cipayung, Jakarta Timur," katanya.

Sementara bagi PMKS yang keluarga atau kerabat terdekatnya ada di Depok mereka dikembalikan ke keluarga namun dengan membuat surat pernyataan terlebih dahulu agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Ada pula yang kami pulangkan ke daerah asal, dan kita rehabilitasi ke rs jiwa bagi yang menderita gangguan jiwa," katanya.

Menurut Devi para PMKS bisanya dari sejumlah titik dan wilayah di Depok yang memang rawan PMKS. Yakni di Jalan Margonda, Jalan Siliwangi, Jalan Nusantara Raya, Jalan Dewi Sartika Jalan Juanda, dan Jalan Raya Bogor.

Tidak semua PMKS yang terjaring katanya adalah warga Depok.

"Ada pula warga Bogor, warga Sukabumi, juga warga Jakarta, atau Tasikmalaya, Cilacap dan daerah lain," kata Devi.

Ia mengatakan pihaknya akan rutin melakukan razia PMKS ersama Satpol PP Depok, untuk mempertahankan dan mewujudkan Depok sebagai kota layak anak dan bebas PMKS. 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help