Kualifikasi Piala Asia U19
Saddil Ramdani Si Robben dari Raha
Saddil sejatinya pemain sayap, terutama sayap kanan. Tapi, pemain Persela Lamongan ini bukan sayap ortodoks.
WARTA KOTA.COM - Sempat menjadi korban perundungan, Saddil Ramdani sekarang semakin lega setelah dia mengakhiri kebuntuan Timnas Indonesia U-19 di kualifikasi Piala Asia U-19 2018.
Indonesia U-19-tak mampu membobol gawang Timor Leste hingga babak pertama laga kedua Grup F kualifikasi Piala Asia U-19 2018 berakhir di Stadion Paju Public, Paju (Korea Selatan), Kamis (2/11/2017).
Menit ke-51, atau hanya lima menit setelah masuk menggantikan Witan Sulaiman, Saddil melepaskan tendangan roket kaki kiri, yang menjadi ciri khasnya, menaklukkan kiper Timor Leste Fernando Da Costa.
Lalu, Indonesia mencetak empat gol lagi melalui Hanis Saghara Putra dan hatrik Egy Maulana Vikri.
"Bersyukur kami mampu memenangi laga melawan Timor Leste dan saya membuka keran gol untuk kemenangan besar Indonesia," ujar Saddil dalam siaran pers yang diterima Harian Super Ball.
Ini gol kedua Saddil di kualifikasi Piala Asia U-19 edisi ke-40. Saat mengalahkan Brunei Darussalam 5-0 di laga perdana, Selasa (31/10/2017), Saddil menyumbang satu gol dan juga dengan tendangan roket kaki kiri dari luar kotak penalti.
Memang, Saddil kerap mencetak gol dengan cara seperti itu. Agustus lalu, gelandang berusia 18 tahun ini membobol gawang Filipina di SEA Games.
Saat itu, dia melepaskan tendangan roket kaki kanan dari luar kotak penalti untuk melengkapi kemenangan Indonesia U-23 atas Filipina 3-0.
Saddil sejatinya pemain sayap, terutama sayap kanan. Tapi, pemain Persela Lamongan ini bukan sayap ortodoks.
Boleh dibilang, gaya bermain pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, ini mirip dengan pemain sayap Belanda Arjen Robben.
Saddil dan Robben sama-sama kidal dan inverted winger. Ini tipe pemain yang bermain di sisi berkebalikan dari kaki alaminya (kaki yang menghasilkan tendangan lebih kuat).
Robben biasanya bermain di belakang pemain depan, sebagai sayap kanan atau gelandang serang.
Pemain Bayern Muenchen ini piawai dalam dribbling dan memiliki kecepatan serta tendangan kaki kiri jarak jauh akurat.
Pergerakannya tidak statis naik atau turun, melainkan juga kerap melakukan cut inside atau gerakan memotong ke tengah dari sisi lapangan saat mendekati kotak penalti lawan.
Saddil pun memiliki gaya bermain yang mirip dengan pemain berusia 33 tahun itu.
Performa apik Saddil merupakan kebangkitan dari pengalaman pahit yang pernah dia alami bulan September lalu.
Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Jumat (3/11/2017)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/harian-super-ball-halaman-7_20171103_081253.jpg)