Kemen PUPR Tawarkan Proyek Air Minum Lampung Senilai Rp 1,4 Triliun

"Operasionalnya sendiri ditargetkan akhir tahun 2020," ungkap Hartoyo.

Kemen PUPR Tawarkan Proyek Air Minum Lampung Senilai Rp 1,4 Triliun
Istimewa
ILUSTRASI PDAM 

WARTA KOTA, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membuka penawaran Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha tentang Sistem Penyediaan Air Minum Bandarlampung pada Senin (6/11/2017) pekan depan. Penetapan pemenang proyek strategis nasional ini direncanakan diumumkan pada (22/12/2017) mendatang agar bisa segera dikerjakan. 

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan saat ini ada lima dari 12 konsorsium yang lulus melalui tahapan prakualifikasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum Bandar Lampung senilai Rp1,40 triliun. Kelima konsorsium itu yakni Konsorsium PT Bangun Cipta Kontraktor-PT Bangun Tjipta Sarana KSO; Konsorsium PT Adaro-PT Adhi Karya Tbk.-Suez; Konsorsium Salcon MMCB; Konsorsium PT Pembangunan Perumahan Tbk.-Wabag; Konsorsium Maynikad-PT Wijaya Karya Tbk.-Hydrochem.

"Kami sedang menyiapkan dokumen penawaran. Pada saatnya kami buka dan [peserta] akan memasukkan sesuai yang diminta, biasanya penawaran dasarnya seperti SPAM Umbulan, VGF [viability gap fund] yang terendah," katanya saat dihubungi, Kamis (2/11).

Hartoyo mengatakan jika semuanya lancar maka pemenang lelang akan ditetapkan pada 22 Desember dan tahapan kontruksi akan dimulai pada September 2018. Proses, konstruksi direncanakan selama dua tahun yakni akan selesai pada September 2020.

"Operasionalnya sendiri ditargetkan akhir tahun 2020," ungkap Hartoyo.

Plt Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Plt Direktur Utama Armand Hermawan mengatakan telah menerbitkan Surat Pernyataan Kesediaan Penjaminan (In-principle Approval) terhadap Proyek SPAM Bandar Lampung. Diapun berharap proses realisasi penyelesaian proyek ini bisa sesuai jadwal.

“SPAM Bandar Lampung ini masuk daftar proyek strategis Nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Proyek ini dibiayai dengan skema KPBU. PT PII menjadi institusi penjamin guna mendukung pengembangan proyek-proyek KPBU," kata Armand.

Dia menjelaskan, jenis penjaminan yang ditawarkan seperti keterlambatan pengadaan lahan, resiko perubahan aturan, dan sebagainya.

Proyek SPAM Bandar Lampung dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan pelayanan akses air minum perpipaan di Kota Bandar Lampung menjadi 46% pada 2024 dari cakupan saat ini yang hanya 20 persen, karena mayoritas warganya masih bergantung pada ketersediaan air tanah.

Proyek ini juga selaras dengan upaya pemerintah memenuhi target akses air minum 100 persen pada 2019 yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional.

Dalam PPP Book, estimasi kebutuhan investasi proyek SPAM Bandar Lampung diperkirakan mencapai US$81,48 juta dengan masa konsesi 25 tahun. Untuk meningkatkan kelayakan investasi, proyek ini juga membutuhkan dukungan viability gap fund senilai 22,22 juta dolar AS, APBN sebesar 11,85 juta dolar AS, dan APBD pemerintah kota sebesar 11,11 juta dolar AS.

Air baku yang berasal dari Sungai Way Sekampung akan dipompa menuju instalasi pengolahan air baku yang berlokasi di Desa Rulung Helok yang berjarak 500 meter dari sumber air baku.

Selanjutnya, air akan didistribusikan melalui pipa transmisi sejauh 21 kilometer yang mencakup delapan kecamatan di Kota Bandar Lampung, yaitu Rajabasa, Labuan ratu, Way Halim, Kedaton, Tanjung Senang, Sukarame, Sukabumi dan Kedamaian dengan total sambungan rumah mencapai 600.000. 

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved