Home »

Bisnis

» Makro

Indonesia Siap Jamu 16 Negara dalam AdAsia

Indonesia berhasil memenangkan bidding tersebut dengan menyisihkan kompetitor dari Thailand dan Filipina.

Indonesia Siap Jamu 16 Negara dalam AdAsia
Istimewa
Ad Asia di Bali. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Setelah dua puluh dua tahun tak berpartisipasi dalam penyelenggaraan AdAsia, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) berhasil memenangkan bidding untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan AdAsia, Kongres Periklanan terbesar di Asia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh AFAA (Asian Federation of Advertising Associations) yang terdiri dari 16 negara anggota.

Empat tahun lalu di Vietnam, PPPI mengikuti bidding untuk menjadi tuan rumah Kongres AdAsia yang ke-30.

Indonesia berhasil memenangkan bidding tersebut dengan menyisihkan kompetitor dari Thailand dan Filipina.

AdAsia 2015 yang berlangsung di Taiwan dua tahun lalu, PPPI menggelar Indonesian Night, malam budaya yang merupakan teaser promo sebagai rangkaian event AdAsia Bali 2017.

AdAsia Bali 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 8-10 November 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center. Acara ini merupakan konferensi marketing yang menjadi ajang untuk memperoleh ilmu dari para pakar bisnis dan marketing.

“Sekaligus membangung network dengan para praktisi bisnis lokal maupun mancanegara,” ujar Maya Watono selaku Kepala Hubungan Internasional PPPI seperti dalam keterangan pers yang diterima Warta Kota, Rabu (1/11).

Dengan tema Globalizasian Advancing New Possibilities, kongres ini dikatakan Maya sebagai cara tepat untuk mempelajari trend terbaru di industri periklanan dan menyorot berbagai studi kasus pemasaran serta periklanan di wilayah Asia Pasifik.

Menghadirkan lebih dari 30 pembicara kelas dunia seperti Guy Kawasaki (brand evangelist of Canva & former brand evangelist of Apple), David Coulthard (F1 grand prix winner: Martin Lindstrom, author of the best-selling book Buyology), Charles Adler (co-founder of Kickstarter.com), Piotr Jakubowski (CMO of Go-Jek Indonesia), Azran Osman Rani (CEO of iflix Malaysia), dan Shelina Janmohamed (vice president of Ogilvy Noor).

Kofi Annan, mantan Sekretaris Jendral PBB dan penerima penghargaan Nobel Perdamaian Dunia, juga akan hadir sebagai pembicara dengan mengusung topik Positive Change, bagaimana bisnis dapat menjadi bagian penting dalam sebuah perubahan positif.

Indonesia sebagai tuan rumah AdAsia adalah salah satu negara Asia yang paling berpotensi dengan perkembangan industri iklan terbesar di Asia.

“Indonesia memiliki 8.000 brand yang aktif di pasar dan 400 perusahaan di bidang periklanan, dengan sekitar Rp 120 triliun uang yang beredar di industri setiap tahunnya,” tutur Maya.

Acara yang menargetkan 1.500 peserta dari 16 negara ini juga bisa dijadikan ajang mempromosikan Indonesia ke dunia internasional, baik dari sisi destinasi maupun bisnis, termasuk kemajuan besar dalam industri periklanan di tanah air.

Harris Thajeb selaku Chairman Komite AdAsia mengatakan, bersama-sama bisa belajar lebih banyak lagi tentang inovasi terkini dan perkembangan di masa depan.

“Penyelenggaraan AdAsia ini tidak lepas dari dukungan semua pihak yang terlibat dan kami berharap untuk bisa mendukung setiap individu dan korporasi dalam industri ini,” kata Harris.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help