Fenomena Bergugurannya Bisnis Ritel Diyakini Bukan Dampak Daya Beli Masyarakat Menurun

Tutupnya ritel modern seperti gerai Seven Eleven, lalu 3 gerai Lotus tutup membuat banyak pihak terperangah.

Fenomena Bergugurannya Bisnis Ritel Diyakini Bukan Dampak Daya Beli Masyarakat Menurun
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Antrean mengular di Lotus. 

WARTA KOTA, SAWAH BESAR -- Tutupnya ritel modern seperti gerai Seven Eleven, lalu 3 gerai Lotus tutup membuat banyak pihak terperangah.

Beberapa pengamat menuding adanya peralihan (shifting) konsumen dari belanja di toko modern ke online menjadi penyebab rontoknya bisnis retail tersebut, menurunnya daya beli, hingga perubahan gaya hidup masyarakat sekarang.

Namun belakangan diketahui kontribusi online ke APBN masih kecil, hanya berkisar 1,4 persen dari pendapatan. Bandingkan dengan retail modern yang masih menyumbang di atas 50 persen.

Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengakui, ada kenaikan omzet hingga ratusan persen setiap tahunnya.

“Naik pesat, tapi masih kecil karena basis onlilne masih kecil sehingga kontribusi totalnya masih kecil,” ujar William yang ditemui Warta Kota saat peluncuran Program Brand Adventure di Menara Bank BTN, Rabu (1/11/2017).

Dari sisi perbankan, Managing Director Distribution & Network Bank Tabungan Negara (persero) Tbk Budi Satria juga mengakui ada peningkatan transaksi lewat internet. Seperti e-banking.

“Saat ini, transaksi dengan e-Channel mengalahkan transaksi konvensional. Transaksi e-commerce naik sampai 400 persen,” ujar Budi di kesempatan yang sama.

Kondisi ini memang harus diantisipasi pihak perbankan untuk bergerak cepat mengantisipasi perubahan dari konsumen.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia Ir Susanto MM, menolak anggapan bila daya beli masyarakat menurun.

“Kalau daya beli menurun tidak juga. Buktinya, ada toko mau tutup lalu beri diskon, ramai orang mengantri,” kata Susanto, saat talkshow bisnis PAS FM dengan tema ‘Sejumlah Retailer Berguguran, Apakah ini Akhir Dari Industri Retail Konvensional?” di Hotel Ibis Jakarta Harmoni, Rabu (1/11/2017).

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help