WartaKota/

DPR Janjikan RUU Penyiaran Rampung Tahun Ini

Perkembangan penyiaran Indonesia sudah tertinggal, di Asia Tenggara tinggal Indonesia dan Myanmar yang belum beralih ke digitalisasi penyiaran.

DPR Janjikan RUU Penyiaran Rampung Tahun Ini
Warta Kota/Nur Ichsan

WARTA KOTA,  TAMANSARI  ---Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran yang masih dalam pembahasan DPR menyisakan sebuah kegelisahan besar.

Perkembangan penyiaran Indonesia sudah tertinggal dengan negara lainnya. Perlu diketahui, di Asia Tenggara tinggal Indonesia dan Myanmar yang belum beralih ke digitalisasi penyiaran.

20171102 TalkshowTV Digital1
Talkshow  Bertema Televisi Digital Indonesia, Terlambat Atau Diperlambat Menhadirkan Narasumber (dari kiri ke kanan) Staf Ahli Kemenkominfo, Diani Citra, Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, Ketum Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia, Eris Munandar,dan Dirut Asuka Car Tv,  Eric Limanto.  (Warta Kota/Nur Ichsan)

Belum lagi para pelaku TV digital yang sudah tak sabar menggunakan konten digital yang selama ini sudah bosan dengan ujicoba tanpa ada realisasi penyiaran.

"Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dalam ekonomi digital tidak akan terwujud," tandas Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi, Diani Citra di sela-sela diskusi 'Televisi Digital Indonesia, Terlambat atau Diperlambat' di di Jakarta, Kamis (2/11/2017).

20171102 TalkshowTV Digital2
Staf Ahli Kemenkominfo, Diani Citra dan Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris  (Warta Kota/Nur Ichsan)

Sependapat dengan Citra, Eris Munandar, Ketua Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) malah melihat masih menggantungnya penyelesaian RUU Penyiaran ini sengaja diperlambat.

"Kalau bilang diperlambat, saya rasa benar. Kami khawatir jika DPR terus menunda pengesahan RUU Penyiaran hingga tahun depan, bahaya itu. Jelang 2019 anggota DPR sudah sibuk mempersiapkan Pemilu Legislatif dan Presiden.

Mereka akan sibuk di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya masing-masing," ujar Eris.

Saat ditanya adakah keterlibatan pengusaha dalam tarik menariknya pengesahan RUU Penyiaran ini, keduanya membenarkan.

20171102 TalkshowTV Digital5
 Narasumber acara Talkshow Televisi Digital Indonesia , Terlambat Atau Diperlambat, (dari kiri ke kanan) Staf Ahli Kemenkominfo, Diani Citra, Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, Ketum Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia, Eris Munandar,dan Dirut Asuka Car Tv, Eric Limanto.(Warta Kota/Nur Ichsan)

"Ya, ada tarik menarik kepentinga pengusaha disini," tandas Citra.

Bahkan Eris mengaku sempat bingung dengan munculnya istilah 'Hybrid' saat DPR akan mengambil keputusan apakan akan menggunakan single atau multi mux operator sebagai penyelenggara infrastruktur multipleksing digital.

"Saya nggak tahu istilah itu muncul darimana. Padahal waktu itu opsinya cuma dua, single atau multi mux operator," tandas Eris.

Anggota Komisi I DPR, Charles Honoris juga tak menampik adanya kepentingan tertentu yang bermain dalam penetapan RUU Penyiaran ini.

20171102 TalkshowTV Digital3
 Talkshow Televisi Digital Indonesia, Terlambat Atau Diperlambat (Warta Kota/Nur Ichsan)

"Ada beberapa fraksi yang memang terlihat sengaja mengulur-ulur. Tapi saya optimis ini akan selesai di akhir tahun ini. Saat ini pembahasan sudah sampai di Badan Legislatif (Baleg) sudah mengarah pada single mux. Selangkah lagi akan ke paripurna," jelas Charles.

Ia juga mengingatkan jika operator dan pelaku industri penyiaran agar fokus pada persiapan konten.

"Jangan jadi juragan frekuensi," tegas Charles.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: m nur ichsan arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help