Pabrik Petasan Terbakar

Tukang Las Pemicu Kebakaran Pabrik Petasan Tak Kunjung Ditemukan

Polisi tak kunjung menemukan tukang las yang diduga menjadi pemicu kebakaran pabrik petasan di Kosambi yang menelan korban jiwa 50 orang.

Tukang Las Pemicu Kebakaran Pabrik Petasan Tak Kunjung Ditemukan
Warta Kota/Nur Ichsan
Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan memimpin olah TKP Lanjutan bersama Tim DVI Mabes Polri dan Dokpol Polda Metro Jaya di lokasi pabrik petasan yang terbakar, Senin (30/10). 

WARTA KOTA, PALMERAH-Kepolisian telah menetapkan tukang las Subarna Ega (25) sebagai tersangka atas kasus kebakaran di pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses, di Kosambi, Tangerang, Banten, yang menelan korban tewas mencapai 50 pekerja pada Kamis (26/10) lalu.

Namun, enam hari berlalu, kepolisian belum berhasil menemukan keberadan dan nasib dari Subarna.

Kepolisian belum menemukan Subarna Ega di antara 46 korban luka yang dirawat di tiga rumah sakit di Tangerang.

Dan kepolisian juga belum bisa memastikan ada atau tidak Subarna di antara 45 kantong jenazah dan 4 kantong potongan tubuh (body part) yang diidentifikasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Belum ada jenazah yang teridentifikasi atas nama Subarna Ega," ujar Wakil Komandan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, Kombes Yusuf Mawadi, di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2017).

Yusuf menjelaskan, meksi ada anggota keluarga Subarna Egayang telah mendatangi RS Polri, namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan contoh atau sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) dari mereka.

Sampel DNA tersebut diperlukan untuk dibandingkan dengan data postmortem yang sudah didapatkan tim dari para jenazah korban kebakaran tersebut.

Syarat sample DNA pembanding tersebut haruslah berasal dari keluarga kandung di atas yakni ayah dan ibu kandung.

Sample DNA pembanding juga bisa berasal dari keturunan sejarah atau di bawahnya, seperti kakak, adik, atau anak kandung.

"Keluarganya sudah datang. Namun, keluarganya yang datang kadang itu adik ipar, kakak ipar, dan itu tidak bisa," jelas Yusuf.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved