WartaKota/

Palsukan Pupuk, Polisi Gerebek Pabrik di Bekasi

Polisi mengamankan delapan orang karena memproduksi pupuk palsu di Kampung Cinyosok, Desa Burangkeng, Setu, Bekasi, Senin (30/10/2017).

Palsukan Pupuk, Polisi Gerebek Pabrik di Bekasi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi: Kontainer yang berisi ratusan karung berisi pupuk palsu dipajang pihak kepolisian di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) 108 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, BEKASI - Direktorat Reserse Khusus Polda Metro Jaya mengamankan delapan orang karena memproduksi pupuk palsu di Kampung Cinyosok, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Senin (30/10/2017).

Selain mengamankan karyawan dan pemilik pabrik, polisi juga menyita barang bukti berupa 100 ton pupuk siap edar.

“Hasil pemeriksaan akhirnya terungkap pemilik pabrik HAR (38) kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan pada Selasa (31/10/2017).

Adi mengatakan, tujuh orang lainnya yang diamankan petugas adalah MM (46), YS (46), AL (46), ER (50), CU (40), EW (47) dan IS (33).

Para karyawan itu, kata dia, bekerja di perusahaan itu sebagai pegawai produksi, sopir dan penjaga gudang.

Baca: Hari Terakhir Daftar Ulang SIM Card, Gerai Smartfren Sepi

Menurutnya, pupuk yang diproduksi tersangka adalah palsu. HAR membuat pupuk tidak sesuai dengan standar membuat pupuk seperti kapur, garam, dan pewarna.

“Pupuk yang dipalsukan berupa NPK NPK Phospate, SP 36, NPK Utama Phoska, dan Maxus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam sehari mereka mampu membuat empat ton pupuk palsu dengan mencampur 4 ton kapur, 150 kilogram garam dan enam kilogram pewarna.

Bahan-bahan itu dicampur menggunakan parabola kemudian melalui proses pembakaran dan disaring.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help