Kasus Asusila

KPAI Benarkah Dugaan Tindakan Bullying Terhadap Siswa SD

Seorang murid di salah satu sekolah di Jakarta Timur tepatnya di SDN 16 Pekayon, mengalami aksi bullying terhadap teman sekolahnya.

KPAI Benarkah Dugaan Tindakan Bullying Terhadap Siswa SD
Joko Supriyanto
SD Negeri Pekayon 16 Pagi 

WARTA KOTA, PASAR REBO - Seorang murid di salah satu sekolah di Jakarta Timur tepatnya di SDN 16 Pekayon, mengalami aksi bullying terhadap teman sekolahnya.

Bahkan siswa yang diketahui berinisial JSZ, siswa kelas 3 terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi ke sekolah lantaran tindakan yang dilakukan teman sekolahnya tersebut.

Tindakan bullying yang dilakukan oleh teman sekolahnya ini lantaran fisik JSZ berkata sipit sehingga teman sekolahnya menjulikinya sebagai 'Ahok'.

Namun saat ditemui pihak sekolah mengaku aksi yang dilakukannya oleh siswanya ini sudah pernah terjadi sejak nama Ahok terkenal di masyarakat.

Baca: Pelajar yang Melakukan Bullying di SMKN 56 Dikeluarkan dari Sekolah

Atas tindakan tersebut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi sekolah tempat terjadinya aksi Bullying tersebut.

"Sebenernya tidak seperti itu. Tapi karena memang anak ini matanya sipit gitu ya memang dia dijulukin pak ahok mungkin karena ahok memang terkenal banget ya jadi mungkin itu gitu," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, Selasa (31/10/2017).

Namun menurut Retno tidaknya tersebut mungkin awalnya bersikap positif dengan maksud menyebut nama Ahok.

Selain itu terkait tangan korban yang ditusuk mengunakan pena, KPAI belum mendapatkan bukti yang dimaksud.

"Kita harus ketemu anaknya dulu tapi situasi hari ini mungkin tidak memungkinkan. Kita akan reschedule untuk situasi lebih baik sehingga ngobrol sama anaknya bisa lebih baik. Kita juga akan lihat kok benar ngak tangan seperti diceritakan di FB tadi," katanya.

Namun jika hal tersebut benar terjadi maka harus ada pembinaan, dan harus ada tindakan pencegahan.

"Harus dibina ya, karena anak menjadi pelaku dan anak menjadi korban kan ada uu nya SPPA, pembina. Gurunya bilang nggak tahu tapi sejauh apa kita akan dalami ini tapi bahwa setelah peristiwa ini kpai harus bertemu dengan guru-guru agar hal semacam ini tidak terjadi, kalau benar kita hilangkan kalau tidak harus dicegah agar tidak terjadi," katanya. (Joko Supriyanto)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved