Polda Metro Jaya Turunkan 10.000 Personel Amankan Demo Buruh di Balai Kota

Polda Metro Jaya (PMJ) akan menurunkan sebanyak 10.000 Personel dalam rangka pengamanan aksi demo buruh di Balai Kota, Selasa (31/10

Polda Metro Jaya Turunkan 10.000 Personel Amankan Demo Buruh di Balai Kota
Warta Kota/Henry Lopulalan
Massa gabungan dari sejumlah ormas berdemo di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin,(17/10/2017). Mereka minta kepada gubenur baru yang mereka dukung untuk menolak reklamasi Teluk Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Polda Metro Jaya (PMJ) akan menurunkan sebanyak 10.000
Personel dalam rangka pengamanan aksi demo buruh di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).

Aksi tersebut akan dihadiri ribuan buruh dengan tuntutan mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar konsisten dengan janjinya untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tidak menggunakan PP 78/ 2015.

"Kami akan turunkan 10.000 personel untuk lakukan pengamanan nanti. Kami harap aksi ini dilakukan dengan damai dan kondusif," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2017) malam.

Argo menyebut ribuan personel mulai diturunkan sejak pagi hari.

Mereka akan ditempatkan di Balai Kota turut dengan kendaraan keamanan yang disiagakan.

"Kami akan memediasi bagi pendemo yang hendak bertemu dengan Gubernur untuk membahasa tuntutannya tersebut," kata Argo.

Sementara untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya akan melakukan pengalihan arus secara situasional.

"Jika memang kendaraan tersendat di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, kami akan lakukan pengalihan arus tapi secara situasional," jelasnya.

Seperti diketahui, ribuan buruh DKI Jakarta akan melakukan unjuk rasa besar-besaran di Balaikota, pada hari Selasa (31/10) besok. Aksi ini dilakukan dalam rangka mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar konsisten dengan janjinya untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tidak menggunakan PP 78/ 2015.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi DKI Jakarta, Winarso mengatakam aksi ini dilakukan bertepatan dengan sidang Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta untuk menetapkan UMP tahun 2018. Adapun jumlah massa yang akan turun ke jalan mencapai ribuan orang, yang tergabung dalam Gerakan Buruh Jakarta (GBJ).

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved