WartaKota/

Dirazia Satpol PP Tangsel, Pengelola Tempat Hiburan: Karaoke Tanpa Miras Gimana Jadinya?

Dalam razia kali ini, petugas menyita 1.283 botol minuman keras berbagai jenis, dari beberapa tempat hiburan yang berada di sana.

Dirazia Satpol PP Tangsel, Pengelola Tempat Hiburan: Karaoke Tanpa Miras Gimana Jadinya?
WARTA KOTA/ALIJA BERLIAN FANI
Petugas Satpol PP Tangsel merazia minuman keras, Sabtu (28/10/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, SERPONG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengelar razia minuman keras (miras) di beberapa tempat hiburan di kawasan Ruko Golden Boulevard, Lengkong Karya, Serpong Utara, Sabtu (28/10/2017).

Puluhan aparat yang ikut dalam razia kali ini menyasar kawasan tempat hiburan, seperti tempat karaoke dan beberapa warung minuman yang masih menjual bebas minuman keras kepada para tamunya.

Penyidik PPNS Tangsel Muksin Al Fachry mengungkapkan, razia kali ini sengaja digelar dalam rangka penegakan Perda tentang Larangan Minuman Beralkohol di wilayah Tangsel.

Baca: Maruf Amin Sebut Kasus First Travel Murni Penipuan, Bukan Penistaan Agama

"Masih banyak pengusaha di Tangsel yang nakal, yang masih jualan miras" ungkapnya saat dihubungi oleh wartakotalive.com, Minggu (29/10/2017).

Dalam razia kali ini, petugas menyita 1.283 botol minuman keras berbagai jenis, dari beberapa tempat hiburan yang berada di sana.

"Harusnya namanya usaha di Tangsel itu dia (pengusaha) ikuti aturan yang sudah ditetapkan melalui peraturan daerah. Nanti Senin kita panggil (pengusaha) ke Kantor Pol PP," ujar Muksin.

Baca: Ogah Pacari Cowok Asing, Ayu Ting Ting: Sama Orang Indonesia Aja Masih Banyak Enggak Cocoknya

Satpol PP merazia CC Karaoke, Matador Karaoke, BOA Karaoke, Famous Karaoke, Coffee House, serta satu buah warung yang ternyata khusus menjual minuman keras di Ruko Golden Boulevard BSD, Tangsel.

Dihubungi terpisah, Ipung, Manajer CC Karaoke yang tempatnya di razia petugas Satpol PP mengungkapkan, dirinya memaklumi razia miras yang dilakukan petugas, namun sebagai pengelola tempat hiburan dirinya pun mengaku bingung.

"Masih wajar karena mereka razia miras yang memang dilarang. Di sisi lain karaoke tanpa miras gimana jadinya," cetus Ipung.

Baca: KPK Apresiasi Langkah Jokowi Kembalikan Dua Kuda Pemberian Warga

Selain itu, dirinya pun berharap Pemerintah Kota Tangsel juga memperhatikan masukan para pengelola tempat hiburan, yang ingin merevisi Perda saat ini.

"Maunya sih ada regulasinya, perda direvisi dan ada pengecualian untuk bisa keluar dengan catatan miras bisa dijual di tempat-tempat yang ditentukan saja," harapnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help