Cuaca Ekstrem Tak Surutkan Warga Indonesia di Beijing dan Kiev Ikuti Upacara Sumpah Pemuda

Cuaca dingin dan embusan angin kencang, tak menyurutkan warga Indonesia di Beijing dan Kiev mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda 2017.

Cuaca Ekstrem Tak Surutkan Warga Indonesia di Beijing dan Kiev Ikuti Upacara Sumpah Pemuda
Antaranews.com
Ilustrasi peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017 (ANTARA FOTO/Umarul Faruq) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Cuaca dingin Beijing yang kurang mendukung sekaligus embusan angin kencang, 
tak menyurutkan warga Indonesia di kota ini untuk mengikuti  kegiatan upacara Hari Sumpah Pemuda yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Puluhan staf perwakilan Indonesia dan warga Indonesia yang bermukim di kota ini dilaporkan tampak antusias mengikuti upacara yang berlangsung dalam suatu aula di Kompleks KBRI Jalan Raya Dongzhimenwai Nomor 4 Beijing. Upacara ini dipimpin Wakil Duta Besar RI untuk China, Listyowati.

Sebelumnya upacara Harri Sumpah Pemuda direncanakan di luar aula di Kompleks KBRI  Beijing. Namun sejak Sabtu pagi cuaca di Beijing dilaporkan kurang mendukung karena embusan angin kencang. Saat upacara berlangsung temperatur cuaca di luar ruangan menunjukkan angka 14 derajad Celcius.

Namun  para pelajar dilaporkan terlihat antusias mengikuti upacara itu. Demikian juga warga Indonesia lain yang memgikutinya.

Bulan-bulan ini, cuaca di Beijing cenderung dingin dan berangin kencang. Selain temperatur cuaca di luar ruangan berada pada 14 derajad Celcius, angin kencang telah menyebabkan pot-pot bunga di pertigaan Jalan Raya Dongzhimen roboh.

Bahkan embusan angin yang kuat menyebabkan seorang pengendara sepeda listrik jatuh terguling beberapa meter dari Kedutaan Besar Aljazair di Jalan Raya Dongzhimen.

Seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, warga Indonesia yang beragama Islam mengikuti pengajian rutin yang dirangkai dengan penyambutan pelajar baru dari berbagai daerah di Indonesia yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di China.

Yuddy Chrisnandi, Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia berfoto bersama dengan staf KBRI dan warga setempat
Yuddy Chrisnandi, Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia berfoto bersama dengan staf KBRI dan warga setempat (Istimewa via Tribunnews.com)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung dalam cuaca yang kurang mendukung juga berlangsung  di di Kota Kiev, Ukraina.  Seperti di Beijing upacara Hari Sumpah Pemuda juga juga digelar oleh pihak KBRI.

Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia, Yuddy Chrisnandi, membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga yang berjudul "Pemuda Indonesia Berani Bersatu" di hadapan peserta upacara.

Setelah membacakan pidato Menpora, Yuddy menyampaikan bahwa dalam kondisi apapun, api semangat Sumpah Pemuda harus tetap dijaga dan digelorakan.

"Di Kota Kiev yang kondisi cuaca dinginnya sudah ekstrim. Bahkan di beberapa tempat salju sudah mulai turun. sebagai putra-putri bangsa yang sedang mengemban tugas negara, kita harus tetap tegak memperingati Sumpah Pemuda 1928," ujar Yuddy sebagaimana keterangan tertulis KBRI Kiev, Jumat (27/10/2017).

Upacara di Kiev selain diikuti Tidak hanya para pegawai di KBRI saja, juga dihadiri beberapa anggota DPR RI, yakni Gde Sumarjaya Linggih, Bowo Sidik Pangarso dan Endro Hermono.

Selain Yuddy ikut memberikan sambutan adalah Gde Sumarjaya. Dalam sambutannya Ia menyatakan bahwa Sumpah Pemuda 1928 mampu mengalahkan kekuatan kolonialis dan imperialis.

Saat ini, katanya, bangsa Indonesia menghadapi perang yang lebih dahsyat,  yaitu penguasaan ekonomi suatu bangsa oleh bangsa lain. "Sumpah Pemuda 1928, ternyata membuktikan semangat tersebut masih relevan saat ini dan masa yang akan datang," ucap Gde Sumarjaya.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help