Pekan Depan Warga Bukit Duri Berembuk dengan Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan berembuk dengan warga Bukit Duri yang memenangi class action, pekan depan.

Pekan Depan Warga Bukit Duri Berembuk dengan Anies Baswedan
ANTARA News/Susylo Asmalyah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama warga Bukit Duri yang datang ke Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 27/10/2017). 

WARTA KOTA, TEBET - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan berembuk dengan warga Bukit Duri yang memenangi class action, pekan depan.

Agenda pertemuan Anies dengan 93 warga dari RW 10, 11, dan 12, untuk kembali membahas pembangunan kampung deret dan pembayaran ganti rugi Rp 200 juta per orang, kepada warga yang memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

"Pak Anies mengagendakan minggu depan, tapi harinya belum ditentukan. Kami menunggu kabar saja," ujar Vera Soemarwi, kuasa hukum warga penggugat, Jumat (27/10/2017).

Baca: Warga Bukit Duri Tidak Mau Uang Ganti Rugi Rp 200 Juta per Orang Dikurangi

Vera mengatakan, ia bersama warga sudah menyambangi Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat pagi tadi.
Kedatangan mereka disambut baik oleh Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno, yang baru tiba tak lama setelah warga bersilaturahmi dengan Anies.

Perihal kedatangan ke Balai Kota DKI Jakarta, Vera mengatakan, warga sama sekali tidak membahas maupun menagih janji Anies soal kampung deret maupun uang Rp 200 juta per orang.

"Kami sama sekali enggak bahas itu. Kami datang untuk berterima kasih kepada pemprov yang tidak menggunakan hak konstitusi mereka untuk melakukan banding walau kalah di pengadilan kemarin," tutur Vera.

Baca: Dikejar Polisi Sebelum Beraksi, Empat Perampok Kabur Tinggalkan Mobilnya

Sebelumnya, 93 warga Bukit Duri dari RW 10, 11, dan 12 memenangkan gugatan terhadap Pemprov DKI Jakarta, terkait penggusuran rumah di bantaran Kali Ciliwung tahun lalu.

Penggusuran yang dilakukan demi normalisasi kali itu dinilai warga sangat sewenang-wenang, dan tidak manusiawi. Rabu (26/10/2017) lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan bahwa warga memenangkan gugatan tersebut.

Pemprov DKI Jakarta yang akhirnya dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, harus membayar Rp 18 miliar kepada para penggugat, atau sekitar Rp 200 juta per orang.

Anies sendiri pernah meneken kontrak politik dengan warga Bukit Duri. Perjanjian yang berisi 10 poin itu menyebutkan bahwa Anies akan membangun kampung deret di sana, sebagai bentuk ganti rugi rumah warga yang terkena gusuran. (*)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help