Pabrik Petasan Terbakar

Identifikasi Belum Dilakukan, 32 Keluarga Lapor Kehilangan

Korban tewas dalam kebakaran pabrik petasan di kawasan Kosambi, Kamis (26/10/2017), masih dalam pendataan tim forensik RS Polri hingga hari ini.

Identifikasi Belum Dilakukan, 32 Keluarga Lapor Kehilangan
Warta Kota/Dwi Rizki
Kondisi terkini di Rumah Sakit Bhayangkara Said Soekanto (Polri) Kramatjati, Jakarta Timur pada Jumat (27/10/2017) pagi. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI - Korban tewas dalam kebakaran pabrik petasan di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis (26/10/2017) kemarin, masih dalam pendataan tim forensik Rumah Sakit Pusat Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur hingga hari ini, Jumat (27/10/2017)

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Dokpol Rumah Sakit Polri Sukanto KramatJati, Kombes Pol Sumirat

"Identifikasi belum dilakukan, masih menunggu laporan dari pihak keluarga," ungkap Sumirat  kepada wartawan di Posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur pada Jumat (27/10).

Walau begitu, kata Sumirat, kedatangan kerabat ataupun pihak keluarga yang melaporkan kehilangan ke Posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Sukanto sejak Kamis (26/10/2017) malam hingga Jumat (27/10/2017) pagi telah mencapai sebanyak 32 orang.

Mereka katanya yakin jika anggota keluarganya termasuk dalam korban tewas dalam musibah kemarin.

Baca: RS Polri: 47 Kantong Jenazah, Belum Tentu Berisi 47 Jenazah

Sumirat mengatakan, pihaknya belum memastikan berapa jumlah jenazah yang masuk (diterima Rumah Sakit Polri Sukanto), tapi ada 47 kantong jenazah.

"Diharapkan sebelum melapor, sebelumnya keluarga harus memastikan keberadaan korban, apakah dirawat di Rumah Sakit BUN Kosambi, Rumah Sakit Husada, baru ke sini, untuk mempermudah identifikasi," kata Sumirat.

Pantauan Warta Kota di posko Ante Mortem Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur pada Jumat (27/10/2017) hingga pukul 08.30 WIB, sejumlah warga yang diketahui merupakan keluarga korban terlihat mendatangi posko.

Mereka melaporkan diri jika salah satu kerabatnya menjadi korban tewas, sementara petugas mencatat data diri sekaligus melampirkan fotocopy identitas korban dan pelapor. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help