Warga Bukit Duri Tidak Mau Uang Ganti Rugi Rp 200 Juta per Orang Dikurangi

Selama ini, kata Sani, warga tinggal di rumah kontrakan setelah rumah mereka tergusur.

Warga Bukit Duri Tidak Mau Uang Ganti Rugi Rp 200 Juta per Orang Dikurangi
WARTA KOTA/BANU ADIKARA
Sebanyak 93 warga Bukit Duri dari RW 10, 11, dan 12, Tebet, Jakarta Selatan, memenangkan gugatan terhadap Pemprov DKI Jakarta, terkait penggusuran rumah di bantaran Kali Ciliwung tahun lalu. 

WARTA KOTA, TEBET - Warga Bukit Duri bersikukuh bahwa jumlah uang ganti rugi pasca-memenangkan putusan class action terhadap Pemprov DKI Jakarta, tidak bisa dikurangi lagi.

Dari hasil putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memenangkan warga terhadap Pemprov DKI Jakarta, disebutkan bahwa pemprov harus membayar total Rp 18 miliar kepada 93 penggugat, atau sekitar Rp 200 juta per orang.

Di Balai Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa ia akan membicarakan lebih lanjut bersama warga soal nominal uang yang tepat.

Baca: Tagih Dua Janji Anies Baswedan, Warga Bukit Duri Bakal Geruduk Balai Kota

"Kami sih berharap ya bisa tetap Rp 200 juta ya. Jangan kurang lagi, " kata Sani, salah satu warga Bukit Duri pemenang class action, Kamis (26/10/2017).

Sani menuturkan, uang Rp 200 juta itu rencananya bakal dipakai warga untuk membeli rumah, untuk menggantikan rumah mereka yang tergusur saat normalisasi Kali Ciliwung tahun lalu. Selama ini, kata Sani, warga tinggal di rumah kontrakan setelah rumah mereka tergusur.

Dari 93 orang, 20 di antaranya tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan dengan biaya Rp 500 ribu per bulan, per pintu.

Baca: Wiranto: Saat Saya Jadi Panglima, Tidak Pernah Beli Senjata Dipolemikkan Seperti Ini

Kini, setelah memenangi gugatan, warga pun menginginkan mereka mendapat ganti rugi yang setimpal.
Selain uang ganti rugi Rp 200 juta per kepala, Anies Baswedan juga pernah berjanji membangun kampung deret di sana.

"Ini sudah jauh lho dari permintaan awal. Kami kan dulu minta Rp 1 triliun. Sekarang turun jadi Rp 18 miliar. Masa pemerintah enggak sanggup ganti," imbuh Sani. (*)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help