Mengaku Ditipu Miliaran Rupiah, Belasan Orang ini Laporkan Pasutri Bos Properti ke Bareskrim

Belasan orang yang mengaku menjadi korban penipuan melaporkan pasutri bos properti ini ke Bareskrim Polri

Mengaku Ditipu Miliaran Rupiah, Belasan Orang ini Laporkan Pasutri Bos Properti ke Bareskrim
Warta Kota/Dwi Rizki
Belasan orang yang mengaku telah menjadi korban penipuan sepasang suami istri bos sebuah perusahaan properti membantangkan spanduk setelah melapor ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Gambir, Jakarta Pusat Rabu (25/10) siang. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Belasan orang yang mengaku telah menjadi korban penipuan melaporkan sepasang suami isteri ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Gambir, Jakarta Pusat Rabu (25/10) siang.
Pasangan suami istri (pasutri) itu, Gunawan Angka Wijaya dan Trisulowati alias Cing Cing mereka laporkan atas tuduhan penipuan sekaligus penggelapan pajak atas properti yang dikelola oleh PT Dwipta Wimala Bahagia.

Mereka juga menilai pasutri itu tidak punya itikad baik dan tak bersedia bertanggung jawab atas jual beli ruko elit yang telah dilakukan di kawasan Larangan, Kota Tangerang, Banten.

Setelah diterima oleh pihak kepolisian di Bareskrim Polri, Sudamardi salajh satu korban yang mewakili ratusan korban lainnya, mengungkapkan bahwwa kedatangan mereka ke Bareskrim ialah untuk melaporkan sekaligus mencari keadilan atas peristiwa yang mereka alami.

Setelah melapor dan menyampaikan maksudnya, laporan mereka diterima oleh pihak kepolisian dengan Nomor Laporan LP/1107/X/2017 atas nama Soedarmadi W alias Hauw Bun Piauw tertanggal 25 Oktober 2017.

Sesuai menjalani pemeriksaan, Sudarmadi bersama belasan korban lainnya kemudian berorasi di depan kantor Bareskrim Polri.

Membentangkan spanduk yang berisi rasa kecewa, mereka meminta polisi segera mengusut tuntas dugaan penipuan yang kemudian diketahui merupakan komisaris dan direktur utama pada PT Dwipta Wimala Bahagia itu.

"Kita laporkan penipuan dan penggelapan ruko dan pajak. IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) juga nggak ada," katanya di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (25/10).

Soedarmadi juga menyampaikan, dirinya bersama ratusan pembeli lainnya merasa tertipu lantaran ruko yang sudah dibeli dijanjikan akan diserahterimakan pada Juli 2014 namun hingga kini tidak kunjung terjadi.

"Kami cicil 18 kali. Janjinya akan berdiri tahun 2014 tapi sampai sekarang tidak jadi-jadi padahal kami sudah habiskan uang Rp 700 juta sampai Rp 800 juta untuk setiap unit ruko," ungkap Sudarmadi,

Bahkan, menurutnya, sebagian besar pembeli telah membayar lunas pajak pembelian ruko sebesar Rp 60 juta kepada PT Dwipta Wimala Bahagia selaku pihak pengembang.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved